Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 18:21 WIB

Reuni

Inilah Polah Menteri Siti Nurbaya Saat SMA

Minggu, 21 Oktober 2018 | 20:48 WIB

Berita Terkait

Inilah Polah Menteri Siti Nurbaya Saat SMA
(Foto: Klhk)

INILAHCOM, Jakarta Siapa sangka Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya pernah berbolos saat SMA? Pengakuan itu terungkap saat Menteri Siti mengikuti reuni bersama teman-temannya.

"Saya masih ingat dulu saya dan sahabat saya bolos, terus nonton di Jakarta Teater," ungkap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya saat ditanya Prita Laura tentang kesannya ketika bersekolah di SMA Negeri 8, Jakarta, Minggu (21/10/2018).

Menteri Siti merupakan alumni SMA Negeri 8 Jakarta tahun 1974. Menteri Siti hadir bersama saudara-saudaranya yang juga alumni SMA Negeri 8 Jakarta. Reuni Akbar kali ini, juga bertepatan dalam rangka perayaan Ulang Tahun SMA Negeri 8 Jakarta yang ke 60.

Reuni yang bertemakan Sehati dalam Eksistensi ini dilangsungkan di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta (21/10/2018). Sekitar 4.000 peserta dari seluruh angkatan alumni dari 1961 hingga 2018 hadir dalam kegiatan ini. Tiap angkatan juga membuka stand pameran yang digunakan sebagai tempat berkumpul teman-teman seangkatan.

Dalam kesempatan ini, Menteri Siti yang didaulat menjadi narasumber dalam sesi talkshow menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting. Menurutnya, ada dua hal bermanfaat yang didapat dalam kegiatan ini. Pertama adalah membangun jaringan antar angkatan. Kedua adalah timbal balik dari para alumni kepada sekolah dan guru-guru.

"Karena kita semua merupakan generasi peralihan dari tahun 1900an ke generasi milenial, sehingga membangun jaringan dan feedback itu sangat penting," terang Menteri Siti.

Menteri Siti juga memanfaatkan kegiatan ini untuk menjelaskan kemajuan kementerian yang dipimpinnya. Menteri Siti menjelaskan bahwa saat ini, pemerintah mengembangkan program Perhutanan Sosial. Masyarakat secara berkelompok diberi hak untuk mengelola kawasan hutan oleh pemerintah.

Ia juga menjelaskan, terdapat 3 pendekatan dalam Perhutanan Sosial. Pertama adalah adanya akses kepada sumber daya lahan, kemudian kesempatan berusaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta masyarakat diberi vocational training agar dapat menjalankan sistem layaknya perusahaan besar.

Menteri Siti meminta kepada para alumni yang saat ini menjadi pengusaha dapat menjadi offtaker dari produk-produk Perhutanan Sosial. "Yuk kita mulai dari alumni SMA Negeri 8, alumninya bisa mendorong dan menyelamatkan Indonesia dari kemiskinan," ajak Menteri Siti. [*]

Komentar

x