Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 19:10 WIB

4 Tahun Jokowi Sukses Jalankan Diplomasi Ekonomi

Senin, 22 Oktober 2018 | 06:09 WIB
4 Tahun Jokowi Sukses Jalankan Diplomasi Ekonomi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tak terasa, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berjalan empat tahun. Sudah banyak prestasi yang berhasil ditorehkan. Khususnya sukses diplomasi ekonomi.

Mengutip laman kantor Kepala Staf Kepresidenan, Minggu (21/10/2018), event-event berskala dunia yang merupakan buah dari diplomasi ekonomi, efektif memberikan stimulus bagi perekonomian nasional. Antara lain Trade Expo Indonesia 2017, Indonesia Fair 2018, Indonesia-Africa Forum 2018, serta IMF-WBG 2018.

Pada pameran dagang Trade Expo Indonesia 2017 di Indonesia Convention Exhibition, 11-15 Oktober 2017, membuahkan transaksi bisnis dengan Rusia sekitar US$50 juta dari sawit dan kopi.

Adapun beberapa produk yang ditransaksikan pada kesempatan itu yakni Kopi Kapal Api sebanyak 25 kontainer senilai US$850 ribu, dan 12 kontainer kopi roasting dari Malang senilai US$1,2 juta per tahun. Total pendapatan yang diterima US$52,05 juta.

Sedangkan penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum 2018 pada 10-11 April 2018 di Nusa Dua, Bali, berhasil mengoleksi transaksi senilai US$586,55 juta dan business announcement senilai US$1,3 miliar.

Diplomasi ekonomi lainnya adalah Indonesia Fair 2018 yang digelar di Dhaka, Bangladesh, pada 26-28 April 2018. Kegiatan promosi terpadu yang menggabungkan misi dagang, pertunjukan budaya dan promosi pariwisata ini lantas menghasilkan kesepakatan bisnis sebesar Rp3,76 triliun.

Belum lama ini, Indonesia juga menjadi tuan rumah pertemuan tahunan IMF-WBG 2018 yang digelar di Nusa Dua, Bali, 8-14 Oktober kemarin. Menurut laporan, anggaran biaya yang harus disiapkan pemerintah untuk menginisiasi perhelatan yang diikuti oleh ribuan perwakilan dari 189 negara ini sekitar Rp566 miliar.

Meski begitu, manfaat yang dihasilkan dari IMF-WBG ini terbilang jauh lebih besar. Seperti manfaat bagi ekonomi Bali pada rentang waktu 2017-2018 yang diperkirakan sebesar Rp5,9 triliun.

Manfaat lain bagi negara, yakni besaran investasi untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sebanyak Rp200 triliun, serta prediksi penerimaan pajak yang berkisar antara Rp 800 miliar sampai Rp1 triliun. [tar]

Komentar

x