Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 06:33 WIB

ENI Gagal Menang Lelang Makassar Strait karena Ini

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 23 Oktober 2018 | 07:40 WIB

Berita Terkait

ENI Gagal Menang Lelang Makassar Strait karena Ini
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kontraktor minyak dan gas bumi (Migas), ENI gagal menjadi operator di wilayah kerja (WK) Makasar Strait. Alhasil, ENI gagal menang dalam lelang blok tersebut.

Menurut Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, keputusan tidak memenangkan ENI karena ada beberapa syarat untuk mengelola blok tidak dipenuhi.

"Sisi komersial tidak ada masalah. Ada syarat lain tidak dipenuhi. Sehingga penawaran ENI dengan sendirinya gugur," kata Arcandra di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (22/10/2018).

Adapun dalam lelang itu, beberapa syaratnya adalah para kontraktor harus memiliki kemampuan finansial dan teknis, memenuhi komitmen lima tahun atau komitmen eksplorasi. Kemudian, mempunyai kinerja baik, dan memenuhi syarat dan ketentuan pokok yang ditetapkan pemerintah.

Namun, Arcandra tidak merinci syarat apa yang tidak dipenuhi perusahaan migas raksasa asal Italia itu. Menurut Arcandra, hal tersebut sudah dibicarakan dengan ENI.

Demikian juga Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto belum mau merinci alasan proposal ENI ditolak. Hanya saja, kata Djoko, ada ada poin krusial dalam term and condition yang belum mau dipenuhi oleh pihak ENI.

"Nah dia masih ragu masih minta waktu untuk diskusi, kami kan engga punya waktu makanya yaudah kami putuskan saja tidak ada pemenang," kata Djoko.

Keputusan ini diterima oleh pihak ENI. VP Exploration, Davide Casini Ropa mengatakan, ENI masih tertarik dengan Makassar Strait lantaran masih berada di wilayah Kutai Basin yang dinilai masih punya potensi cukup baik. Apalagi di sekitar wilayah itu tidak jauh dari fasilitas ENI yakni Lapangan Jangkrik.

"Kami masih tertarik dengan wilayah Kutai Basin, kita tertarik karena disekitar situ juga dekat dengan fasilitas produksi milik kita," ujar dia.

Blok Makassar Strait adalah blok yang ditinggalkan oleh Chevron, padahal kontraknya baru akan habis pada 2020. Pertamina pun menolak untuk melanjutkan kontrak pengelolaannya, sehingga pemerintah memutuskan untuk melelang blok yang sempat menjadi bagian dari Indonesia Deepwater Development (IDD) atau proyek migas laut dalam itu. [ipe]

Komentar

x