Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 17:02 WIB

4 Tahun Jokowi-JK

Menperin Banggakan Capaian Sektor Industri

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Selasa, 23 Oktober 2018 | 18:04 WIB

Berita Terkait

Menperin Banggakan Capaian Sektor Industri
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Empat tahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sedikit jumawa dengan capaian yang telah diraih sektor industri selama 4 tahun terakhir.

Dia bilang pada periode tahun 2014-2017, telah tejadi penambahan populasi industri besar dan sedang, dari tahun 2014 sebanyak 25.094 unit usaha menjadi 30.992 unit usaha sehingga tumbuh 5.898 unit usaha.

"Di sektor industri kecil juga mengalami penambahan, dari tahun 2014 sebanyak 3,52 juta unit usaha menjadi 4,49 juta unit usaha. Artinya, tumbuh hingga 970 ribu industri kecil selama empat tahun belakangan ini," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat konferensi pers 4 Tahun Jokowi-JK di Kantor Setneg, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Menurut Airlangg, penumbuhan populasi industri tersebut tidak terlepas peran dari pemerintah yang gencar menarik investasi masuk di Indonesia. Selain itu, upaya menciptakan iklim bisnis yang kondusif dengan memberikan paket kebijakan ekonomi serta kemudahan dalam perizinan usaha.

Dari catatan Kementerian Perindustrian, investasi di sektor industri manufaktur pada tahun 2014 sebesar Rp195,74 triliun, naik mencapai Rp274,09 triliun di 2017. Sementara, semester I tahun 2018, penanaman modal di sektor industri pengolahan ini sudah menembus Rp121,56 triliun.

Adapun lima besar investasi di sektor industri pada semester pertama tahun ini, sesuai dengan prioritas industri 4.0 atau Making Indonesia 4.0, yakni industri makanan dan minuman mampu berkontribusi hingga 29,14% dari total investasi di kelompok industri manufaktur.

Kemudian, penanaman modal dari industri kimia menyumbang sebesar 28,97%, diikuti industri barang logam, komputer, barang elektronika, mesin, dan perlengakapan (18,89%), industri alat angkutan (5,53%), serta industri tekstil dan pakaian jadi (4,65%).

Dari investasi tersebut, terjadi aktivitas industri yang memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional, di antaranya peningkatan terhadap penyerapan tenaga kerja dan nilai ekspor.

Pada tahun 2014, tenaga kerja di sektor industri sebanyak 15,62 juta orang, tumbuh signifikan menjadi 17,92 juta orang hingga semester I-2018.

Selanjutnya, total nilai ekspor produk industri pengolahan nonmigas sepanjang tahun 2014 menyentuh angka US$119,75 miliar, naik menjadi US$125,02 miliar di tahun 2017. "Sementara, semenster I-2018, jumlah ekspor produk industri kita sebesar US$63,01 miliar, naik 5,35% dibanding periode yang sama tahun lalu," katanya.

Nilai ekspor produk industri di semester pertama 2018 itu memberikan kontribusi sebesar 71,59% dari total ekspor nasional yang mencapai US$88,02 miliar. Artinya, banyak produk industri manufaktur nasional yang sudah kompetitif di pasar global.

Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, selama kinerja pemerintahan Jokowi-JK, daya saing industri nasional semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada nilai tambah industri, indeks daya saing global, peringkat manufacturing value added (MVA), serta pangsa pasar industri nasional terhadap manufaktur global.

Nilai tambah Industri nasional meningkat hingga US$34 miliar, dari tahun 2014 yang mencapai US$202,82 miliar menjadi US$236,69 miliar saat ini.

Bahkan, merujuk data The United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), indeks MVA untuk industri di Indonesia naik tiga peringkat dari posisi 12 pada tahun 2014 menjadi level ke-9 di 2018. Selain itu, pangsa pasar industri manufaktur Indonesia di kancah global pun ikut meningkat menjadi 1,84% pada tahun 2018. [jin]

Komentar

x