Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 08:58 WIB

Berdagang dengan OKI, Kadin Incar Ekspor Naik 10%

Rabu, 24 Oktober 2018 | 09:09 WIB

Berita Terkait

Berdagang dengan OKI, Kadin Incar Ekspor Naik 10%
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Rosan Perkasa Roeslani - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Penguatan kerja sama dengan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) berpotensi ini, meningkatkan ekspor Indonesia hingga 10%. Saat ini, nilai ekspor hanya 5% atau setara US$23 miliar.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Rosan Perkasa Roeslani mengatakan negara-negara OKI perlu lebih kenal dengan Indonesia agar dapat meningkatkan kolaborasi. Sehingga Indonesia optimis menjadi tuan rumah Sidang Tahunan The Islamic Chamber of Commerce, Industry and Agriculture (ICCIA) di Ritz Carlton, Jakarta pada 22-23 Oktober 2018.

"Sidang ini diharapkan dapat meningkatkan awareness negara-negara OKI pada Indonesia sehingga bisa melihat potensi yang kita miliki dan akhirnya bisa kerja sama," kata Rosan, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Acara diharapkan dapat meningkatkan peranan kolaborasi antar pemerintah dan antar pelaku bisnis untuk memajukan kemitraan ekonomi negara anggota ICCIA. Rosan mengatakan hingga saat ini belum ada kerja sama yang akan ditandatangani.

Namun akan ada pertemuan lanjutan di Mesir pada Februari terkait peluang kerja sama. Wakil Presiden ICCIA, Ahmad Al Wakeel secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada KADIN Indonesia yang telah mengajukan diri menjadi tuan rumah Board of Directors Meeting ke-27.

Ia berharap bahwa pertemuan ini akan menjadi awal dari koordinasi yang berkelanjutan pada beragam sektor. Mulai dari pembangunan infrastruktur negara hingga menciptakan peluang kerja bagi masyarakat melalui penyediaan peluang kerja baru.

"Pada akhirnya dapat berkontribusi untuk mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan tingkat perdagangan antara negara-negara Islam," kata dia.

Pertemuan ini, tambahnya, adalah kesempatan untuk meningkatkan kerjasama dan investasi. Sehingga harus dimanfaatkan oleh semua pihak agar membawa keuntungan nyata bagi para investor dari berbagai negara Islam.

Presiden The Union of Chambers and Commodity Exchanges of Turkey, M Rifat Hisarciklioglu mengatakan Turki sangat siap untuk kerja sama meningkatkan perdagangan dengan berbagai negara, termasuk Indonesia. Saat ini, menurutnya, nilai kerja sama Indonesia dan Turki masih sangat kecil.

Nilai perdagangan kedua negara yakni US$1,7 miliar. "Ini masih sangat kecil, sesama negara Islam adalah saudara tapi nilai perdagangan kita masih seperti satu tetesan di antara lautan," kata dia.

Ia menginginkan agar sesama negara Muslim bisa saling mengandalkan dan memprioritaskan satu sama lain. Sehingga perekonomian negara Muslim bisa maju bersama. Saat ini, tambahnya, gap perekonomian negara ICCIA sangat besar. "Dari 57 negara anggota, beberapa sangat kaya dan maju sementara yang lainnya sangat miskin dan terbelakang," kata dia. [tar]

Komentar

x