Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 16:20 WIB

Bernilai Ekonomi, Jangan Remehkan Daun Kelor NTT

Jumat, 26 Oktober 2018 | 14:30 WIB

Berita Terkait

Bernilai Ekonomi, Jangan Remehkan Daun Kelor NTT
Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT Timur Yohanis Tay Ruba - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Kupang - Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai 2019, menargetkan ekspor daun kelor sebanyak 1.000 ton per tahun ke Benua Afrika. Sebagai bahan baku pupuk

Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT Timur Yohanis Tay Ruba di Kupang, Jumat (26/10/2018), menyatakan, sudah ada permintaan dari Afrika daun kering kelor dalam bentuk bubuk sebanyak 1.000 ton/tahun.

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan pengembangan tanaman kelor di NTT untuk tujuan ekspor. Pemprov NTT mulai mempersiapkan pengembangan kelor secara besar-besaran melalui gerakan revolusi hijau yang dicanangkan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, bersama Wakilnya Yosef Nae Soi.

Yohanis menjelaskan, untuk tahap pengembangan awal, telah disiapkan lahan sekitar 8 hektar di Kabupaten Kupang yang menyebar di Desa Oefafi, Desa Oeteta, dan Desa Pitai, untuk dijadikan sebagai demplot (demontration plot). "Di demplot ini akan dilakukan pengembangan tanaman kelor untuk klaster daun secara terintegrasi dan intensif," katanya.

Dijelaskan, populasi kelor yang akan ditanam pada lahan demplot itu sebanyak 10.000 pohon per hektar. Setelah dikembangkan sekitar enam bulan, daun kelor dipangkas dan diproses lebih lanjut menjadi daun kering untuk dijadikan pupuk. "Di lokasi demplot itu kami juga mengajak berbagai pihak untuk berinvestasi dalam usaha kecil menyiapkan peralatan pengering," katanya.

Yohanis mengaku optimistis bisa memenuhi permintaan daun kelor dari luar negeri tersebut karena pengembangannya akan dilakukan secara besar-besaran di berbagai daerah potensial. "Rencana pencanangan awal pada November 2018 dan selanjutnya pengembangan akan dilakukan secara gencar mulai 2019 dan 2020," katanya. [tar]

Komentar

x