Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 08:59 WIB

Warga Palembang Kurang Minat Naik LRT?

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 28 Oktober 2018 | 19:01 WIB

Berita Terkait

Warga Palembang Kurang Minat Naik LRT?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Palembang - Kementerian Perhubungan terus berupaya untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan Light Rail Transit (LRT) Palembang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan 3 (tiga) hal yang akan dilakukan agar LRT semakin menjadi pilihan masyarakat Palembang. Ketiga hal tersebut adalah menurunkan tarif LRT, memberikan feeder dan menambah jam operasional LRT. Hal ini disampaikan Menhub saat kunjungan kerjanya di Provinsi Sumatera Selatan pada Sabtu (27/10/2018).

"Untuk meningkatkan efektivitas dari LRT, beberapa hal yang saya putuskan adalah satu menurunkan tarif LRT. Misalnya dari 10 ribu rupiah menjadi 7 ribu rupiah. Yang kedua memastikan feeder khususnya Jakabaring-Unsri (Universitas Sriwijaya) dengan suatu headway (selisih waktu antar kedatangan kereta) yang lebih pendek, sehingga memungkinkan mahasiswa dari beberapa tempat bisa mencapai itu. Yang ketiga menambah jam operasional. Sekarang jam operasional berlaku dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore, nantinya akan coba diberlakukan dari jam 5 pagi sampai jam 9 malam," terang Menhub Budi Karya seperti mengutip dari laman resmi Kemenhub.

Penurunan tarif tersebut terjadi karena adanya pemberlakuan tiket integrasi antara LRT dengan dengan moda lainnya seperti Damri dan Transmusi. Jadi penumpang dapat menaiki damri, transmusi dan LRT hanya dengan satu tiket saja. Penerapan tiket integrasi akan diujicobakan mulai awal November hingga Desember tahun ini.

Kemudian, untuk mendukung peningkatan penggunaan LRT, Kemenhub memberikan bantuan 15 bus, yang akan digunakan sebagai feeder LRT.

"Kemenhub sumbangkan 15 bus untuk feeder untuk memperkuat LRT. Gunakan feeder yang pendek, yang kepadatannya tinggi sehingga headway relatif pendek dan orangnya banyak (penumpang). Contoh dari bukit ke proyek musi bolak balik atau dari bukit besar, bukit kecil, dan jalan merdeka," terang Menhub.

Melalui ketiga upaya tersebut, Menhub berharap penggunaan LRT sebagai angkutan massal dapat semakin efektif dan menjadi gaya hidup masyarakat khususnya di Palembang.

"Kita ingin fungsi dari LRT memang bermanfaat untuk masyarakat. Pemerintah sudah menginvestasi lebih dari 10 triliun untuk Palembang, atau sekitar 20 persen dari anggaran Kemenhub. LRT Palembang menjadi yang pertama kali beroperasi di Indonesia, dan saya berharap LRT bisa menjadi suatu contoh lifestyle angkutan massal," jelas Menhub.

Komentar

x