Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 16:22 WIB

Usulan Perpadi Impor Beras di 2019 Dinilai Aneh

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 29 Oktober 2018 | 06:09 WIB

Berita Terkait

Usulan Perpadi Impor Beras di 2019 Dinilai Aneh
(Foto: Inilahcom/Didik Setiawan)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Bambang Sugiharto menilai, impor beras pada 2019 untuk menjaga stok beras nasional, kurang tepat.

Demikian disampaikan Bambang menyikapi pandangan Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi), Sutarto Alimoeso yang mengusulkan impor beras di tahun 2019. "Pandangan ini keliru karena melihat kondisi surplus 2,85 juta ton dan stock beras Bulog, saat ini, sebanyak 2,4 juta ton, berarti beras cukup aman hingga Agustus 2019. Itu belum termasuk tambahan panen raya yang akan terjadi pada akhir Januari hingga April 2019," kata Bambang di Jakarta, Minggu (28/10/2018).

Apalagi, kata dia, awal tahun 2019 memasuki musim panen. "Panen raya padi dimulai pada akhir Januari 2019, dipastikan stock beras sangat aman hingga akhir 2019. Jadi tidak perlu impor," kata dia.

Karenanya, Bambang menilai usul itu hanya untuk mencari keuntungan saja. "Pak Sutarto kan dulu pernah jadi dirjen Tanaman Pangan dan Kepala Bulog, pasti pernah mengalami perjuangan mewujudkan swasembada beras. Mohon tepo seliro jangan dikit-dikit anjurkan impor beras," ujar Bambang.

Bambang menambahkan Perpadi pun seharusnya tidak berada dalam posisi penganjur impor. Sebab, Perpadi memiliki jaringan dan bisa menghimpun data stok beras dari anggotanya, sehingga perpadi tahu berapa stok beras di penggilingan.

Dengan hitungan stok di Perpadi plus di pedagang, Bulog dan juga ditambah estimasi di masyarakat perlu disandingkan dengan estimasi surplus beras hitutungan baru BPS. "Apa iya cuma surplus 2,85 juta ton. Ya sebaiknya berhati hati jangan sampai masuk dalam pusaran mafia beras," ujar Bambang.

"Jadi jika ada yang bilang awal 2019 perlu impor lagi, menurut saya sih statemen itu perlu dipertanyakan justifikasi, motifnya impor untuk apa?," ujar dia.

Perlu diketahui, Sutarto menilai angka surplus beras 2,8 juta ton berdasarkan perhitungan baru BPS melalui metode Kerangka Sampling Area (KSA) hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun. Karenanya, dia mengusulkan impor beras di awal 2019 sebagai langkah antisipasi mengingat stok beras di lapangan menurun akibat masa panen sudah berakhir. Bahkan sebagian daerah mengalami kekeringan. [ipe]

Komentar

x