Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 20:50 WIB

Inalum Siap Teken Kerja Sama Batubara Hilir di AS

Senin, 29 Oktober 2018 | 09:09 WIB

Berita Terkait

Inalum Siap Teken Kerja Sama Batubara Hilir di AS
PT Inalum - (Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Bontang - PT Inalum akan menandatangani kerja sama hilirisasi batubara dengan perusahaan Amerika Serikat Air Products, PT Bukti Aam dan PT Pertamina di New York, bulan depan.

"Bulan depan kita tandatangan di New York antara PT Bukit Asam, Pertamina dan Air Product untuk hilirisasi baru bara menjadi syngas dan DME," kata Direktur Utama Inalum Budi G Sadikin, di sela-sela Rapat Koorrdinasi BUMN 2018 di Bontang, Kalimantan Timur, Minggu (28/10/2018).

Kerja sama hilirisasi batubara menjadi syngas dan DME, sejatinya sudah pernah terjadi antara PT Bukit Asam Tbk, berkolaborasi dengan PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

Kongsi bisnis ini mengkonversi batubara muda menjadi syngas yang merupakan bahan baku untuk diproses lebih lanjut menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai bahan bakar, urea sebagai pupuk, dan polypropylene sebagai bahan baku plastik.

"Selain jadi listrik, batubara bisa jadi syngas itu untuk hilirisasi tahap I, untuk tahap II nya bisa jadi banyak, tanah jarang, pupuk urea, polyprophiline dan DME mirip sama LPG," katanya.

Budi menuturkan pabrik pengolahan gasifikasi batubara sendiri direncanakan mulai beroperasi pada November 2022. Dia berharap produksi dapat memenuhi kebutuhan pasar sebesar 500.000 per tahun, 400.000 ton DME per tahun dan 450.000 ton Polypropylene per tahun.

Dengan target pemenuhan kebutuhan sebesar itu, diperkirakan kebutuhan batubara sebagai bahan baku akan sebesar sembilan juta ton per tahun; termasuk untuk mendukung kebutuhan batubara bagi pembangkit listriknya. Nilai keseluruhan proyek tersebut diperkirakan lebih dari tiga miliar dolar AS.

Program hilirisasi batubara merupakan bagian dari hilirisasi produk pertambangan oleh Holding Industri Pertambangan (HIP) dengan nilai proyek lebih dari US$10 miliar atau setara Rp150 triliun. [tar]

Komentar

x