Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 06:34 WIB

Nasib Blok Masela, KESDM Masih Menunggu Inpex

Selasa, 30 Oktober 2018 | 04:09 WIB

Berita Terkait

Nasib Blok Masela, KESDM Masih Menunggu Inpex
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengatakan, proposal rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD) Blok Masela akan disetujui tahun ini. Agar proyeknya bisa segera dimulai.

"(POD Masela) tahun ini lah. approval (disetujui)," kata Djoko di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (29/10/2018).

Djoko bisa mengatakan hal ini, karena mendapat janji dari Inpex Corp akan mengajukan POD dalam waktu dekat. Adapun Inpex adalah perusahaan asal Jepang yang akan menggarap blok ini. "Inpex janji cepat ngajuin (POD) bulan depan," ujar Djoko.

Namun dia belum bisa merinci berapa nilai pemintaan insentif Inpex atas pengembangan lapangan abadi, Blok Masela. "Insentif itu nanti setelah dilihat keseluruhan cost dia perlu apa disampaikan," ujar dia.

Jika merujuk permintaan Inpex Corporation, operator Blok Masela ini mengajukan lima klausul untuk pengerjaan proyek blok Masela atas perubahan pembangunan Masela dari laut ke darat.

Pertama, penambahan kapasitas kilang liquified natural gas atau LNG dari 7,5 million tons per annum (mtpa) menjadi 9,5 mtpa. Kedua, penambahan kontrak selama 10 tahun.

Ketiga, rasio penerimaan dan pengembalian dana invesi atau internal rate of return (IRR) sebesar 15%, keempat, adanya cost recovery selama masa eksplorasi, dan terakhir kemudahan perizinan dari pemerintah.

Pemerintah mengaku memberikan perpanjangan kontrak 7 tahun atau lebih rendah dari permintaan Inpex. Alasanya, banyak komponen yang bisa dipakai adanya perubahan skema dari offshore ke onshore.

Pemerintah juga tidak keberatan memasukan biaya yang dikeluarkan Inpex-Shell selama masa ekplorasi, namun harus ada audit.

Adapun soal penambahan kapasitas kilang LNG, pemerintah akan memutuskan pasca Pre-FEED jadi. Hanya opsinya: produksi LNG 7,5 mtpa plus gas pipa 474 mmscfd dan kedua LNG sebesar 9,5 mtpa plus gas pipa 150 mmscfd.



Komentar

x