Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 20:45 WIB

Sri Mulyani: Jaga Iklim Investasi Wajib Hukumnya

Rabu, 31 Oktober 2018 | 06:09 WIB

Berita Terkait

Sri Mulyani: Jaga Iklim Investasi Wajib Hukumnya
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan, momentum perbaikan iklim investasi harus terus dijaga. Meski realisasi investasi pada triwulan III-2018 belum menggembirakan.

"Pemerintah harus menjaga momentum perbaikan iklim investasi kita, tidak hanya di pusat, tapi juga di daerah," kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Sri Mulyani menjelaskan, sektor investasi memiliki dampak positif untuk menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menambah jumlah modal dan mendorong nilai tambah industri di Indonesia agar makin produktif.

Untuk itu, upaya untuk menjaga iklim investasi yang telah dilakukan dengan menyediakan sistem pelayanan terintegrasi (OSS) dan memberikan insentif perpajakan seperti "tax holiday" maupun "tax allowance" harus terus dilakukan.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menegaskan Kementerian Keuangan akan selalu berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terkait dukungan insentif yang diberikan terutama pada sektor yang menjadi prioritas utama investasi.

"Mengenai sektor yang menjadi prioritas, apakah itu pariwisata, apakah sektor ekspor manufaktur atau sektor yang sifatnya hulu, kami akan menggunakan instrumen dan menyiapkan agar keuangan negara selalu siap dan bisa digunakan secara tepat," ujar Sri Mulyani.

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi penanaman modal di Indonesia pada triwulan III-2018 mencapai Rp173,8 triliun, menurun 1,6 persen, dibandingkan realisasi investasi pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp176,6 triliun. "Tren investasi di Indonesia tahun 2018 masih kurang menggembirakan. Jadi trennya terus terang agak 'soft'," kata Kepala BKPM Thomas Lembong.

Kendati saat ini perekonomian global masih bergejolak yang dipicu perang dagang, kenaikan suku bunga AS dan penguatan dolar AS, Thomas lebih menyoroti faktor internal yaitu implementasi kebijakan-kebijakan investasi pemerintah.

"Apa karena faktor eksternal? Perang dagang, tekanan mata uang di negara berkembang dan sebagainya, saya pribadi tetap tempatkan tanggung jawab pada faktor internal. Jadi menurut saya eksekusi implementasi dari kebijakan-kebijakan terkait investasi masih kurang 'nendang'," ujar Thomas. [tar]

Komentar

x