Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 18:19 WIB

BKP Ikut Tangani Kerawanan Pangan dan Kemiskinan

Rabu, 31 Oktober 2018 | 11:29 WIB

Berita Terkait

BKP Ikut Tangani Kerawanan Pangan dan Kemiskinan
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan telah berkontribusi nyata melalui berbagai kegiatan pada daerah-daerah yang masuk dalam kategori rentan rawan pangan dan pengentasan kemiskinan.

"Keluarga miskin sangat rentan terhadap kerawanan pangan, karena pengeluaran terbesar untuk mencukupi kebutuhan pangan. Karena itu mereka harus dibantu," ujar Kepala BKP Agung Hendriadi, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (29/10/2018).

Ia menambahkan, untuk menangani daerah rentan rawan pangan sekaligus pengentasan kemiskinan, dilakukan lewat Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan Kawasan Mandiri Pangan (KMP). Tujuan KRPL menurut Agung untuk memenuhi gizi keluarga dan meningkatkan pendapatan. "Melalui kegiatan ini masyarakat melalui KWT diajak untuk budidaya sumber karbohidrat, protein dan vitamin dengan memanfaatkan lahan pekarangan," jelas Agung.

Agung kembali memaparkan, melalui KRPL para ibu rumah tangga yang masuk dalam Wanita Tani (KWT) bisa mengurangi pengeluaran belanja bahan pangan antara Rp750 hingga Rp1,5 juta per bulan.

Sedangkan kegiatan KMP yang dilakukan sejak 2015 bertujuan mendorong ketersediaan pangan dipedesaan, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat dalam melakukan usaha, penguatan kelembagaan ekonomi, dan integrasi dukungan lintas sektor.

Agung menjelasakan, pada 2015-2017, kegiatan KMP dilaksanakan di 23 provinsi, 76 kabupaten, 77 kawasan/kecamatan, 388 desa, 388 kelompok. Tahun 2018 ditambah di 20 kabupaten, 20 kawasan/desa, 40 kelompok. "Untuk 2018 ini KMP dialokasikan di 17 provinsi bertujuan untuk memberdayakan masyarakat miskin melalui padat karya serta penurunan stunting di wilayah rentan rawan pangan," lanjut Agung.

Menurut Agung, KRPL dan KMP telah berkontribusi terhadap penurunan kerentanan pangan wilayah. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan FSVA. "Berdasarkan Peta FSVA 2018, terjadi peningkatan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten (44 persen) jika dibandingkan dengan FSVA 2015," kata Agung.

Sedangkan dari segi jumlah, telah terjadi pengurangan jumlah daerah rentan rawan pangan sebanyak 41 kabupaten dan peningkatan kabupaten tahan pangan di 47 kabupaten.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah rumah tangga miskin pada Maret 2018 sebesar 15.81 Jika dibandingkan periode yang sama, yaitu Maret 2013 yang mencapai 17.74 juta jiwa, telah terjadi penurunan sebesar 10.88 persen. Adanya penurunan jumlah KK miskin, menunjukan bahwa pembangunan yang dilaksanakan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. [*]

Komentar

x