Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 18:08 WIB

Di Balik Suap Izin Meikarta, Ini Kata Pengamat

Kamis, 1 November 2018 | 03:09 WIB
Di Balik Suap Izin Meikarta, Ini Kata Pengamat
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Terungkapnya dugaan suap perizinan mega proyek Meikarta, memang bikin heboh. Apalagi ketika Bos Lippo Grup James Riady sebagai pengembang Meikarta telah diperiksa KPK.
Namun demikian, pengamat properti, Anton Sitorus mengatakan, dugaan suap terkait izin Meikarta, jangan hanya dilihat dari sisi negatifnya saja. Ada sisi positif yang perlu dicermati dari proyek tersebut. Misalnya, Meikarta ada salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan hunian, terutama kalangan menengah ke bawah. Di mana, berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kebutuhan rumah mencapai 800.000 unit per tahun.
Kondisi ini, kata dia, ditangkap sebagai peluang bisnis oleh para pengembang atau pebisnis properti. Apalagi, pemerintahan Joko Widodo telah mencanangkan program pembangunan sejuta rumah. Program tersebut merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dilatarbelakangi tingginya backlog perumahan sebesar 11,6 juta unit rumah.
"Ini untuk membantu program pemerintah juga, terutama Kebutuhan hunian di kota besar seperti Jakarta dan wilayah Jabodetabek pada umumnya," kata Anton di Jakarta, Rabu (31/10/2018).
Anton menilai, Group Lippo melalui Meikarta punya niat untuk menjawab tantangan tersebut. Selama ini, pasar hunian lebih banyak menyasar masyarakat kelas atas. "Kita tahu Lippo punya mitra di proyek tersebut dengan Tiongkok. Tapi coba lihat di luar negeri yang dibangun mereka mana ada yg menyasar mass market? Kebanyakan kelas atas (contoh Forest City di Johor Baru). Artinya dengan menyasar mass market yang harganya terjangkau," papar Anton.
Dengan kata lain, pemerintah juga diuntungkan karena membantu penyediaan hunian di segmen yang seharusnya ditangani pemerintah. Untuk diketahui, Meikarta adalah salah satu proyek Lippo Group untuk mengembangkan kota metropolitan mandiri yang akan membantu pemerintah dalam menyediakan pemukiman dengan kualitas di atas rata-rata dengan harga yang terjangkau.
Beberapa pengembang lain tertarik untuk mengembangkan konsep serupa, namun baru Lippo Group yang mulai merealisasikannya. Pemeritah pada berbagai level memberikan dukungan atas konsep yang dijalankan oleh Meikarta.
Dukungan terhadap proyek Meikarta ini datang karena proyek ini dianggap membantu tugas pemerintah menyediakan perumahan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau (backlog perumahan). [tar]

Komentar

x