Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 16:24 WIB

Enggar: Kontribusi Deforestasi Sawit Kecil..!

Kamis, 1 November 2018 | 15:09 WIB

Berita Terkait

Enggar: Kontribusi Deforestasi Sawit Kecil..!
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Nusa Dua - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bilang, industri sawit dan produk turunan, masih menjadi andalan dalam menumbuhkan perekonomian tinggi.Hanya saja banyak penghalangnya.
"Sawit menjadi penting karena produknya dibutuhkan hampir seluruh masyarakat dunia dan komoditas ini mampu menjadi penghasil devisa terbesar bagi Indonesia," kata Enggartiasto dalam Konferensi Minyak Sawit Indonesia (Indonesian Palm Oil Conference/IPOC) and 2019 Price outlook ke-14 di Nusa Dua, Bali, Kamis (1/11/2018).
Mengutip laporan Center on Food Security and the Environtment Stranford University pada 2016, Enggar, sapaan akrabnya, periode 2001-2010, industri sawit Indonesia menjadi sumber mata pencaharian utama bagi 21 juta penduduk Indonesia.
Menurutnya, industri sawit mendorong kesejahteraan bagi 5,3 juta pekerja sektor produksi sawit. Selain itu, sawit membebaskan sedikitnya 10 juta rakyat Indonesia dari belenggu kemiskinan. "Bahkan industi ini berhasil mengangkat perekonomian 1,3 juta masyarakat miskin yang berada di area perdesaan di Indonesia," kata Enggar.
Dia memastikan, perkebunan sawit bukan penyebab deforestasi dunia. Berdasarkan data The Impact of EU Consumption on Deforestation 2013, sektor pertanian kacang kedelai (19%) dan jagung (11%), kontributor deforestasi di dunia. "Perkebunan sawit hanya berkontribusi 8% dari total deforestasi secara keseluruhan. Jadi kecil sekali," tegasnya.
Pada 2017, kata Enggar, pemerintah telah memperkenalkan, program Petani Menanam. Program ini bertujuan untuk membantu petani kecil meningkatkan produktivitas dari saat ini sekitar 3 ton/hektar/tahun, menjadi 5-6 ton/ha/tahun. Program tersebut dimulai dengan melakukan replanting terhadap 20.000 ha lahan sawit. Harapannya, luas lahan tersebut bertambah menjadi 750.360 ha pada 2022. [ipe]

Komentar

x