Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 18:14 WIB

DPR Desak OJK Optimalkan Program Kerja

Oleh : Wahid Ma'ruf | Kamis, 1 November 2018 | 16:27 WIB

Berita Terkait

DPR Desak OJK Optimalkan Program Kerja
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi XI DPR meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengoptimalkan program kerjanya sehingga realisasi anggaran sesuai dengan perencanaan.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, M Prakosa menyoroti adanya penurunan realisasi anggaran OJK di triwulan kedua tahun anggaran 2018. Karena itu, OJK diminta untuk meningkatkan lagi realisasi anggarannya. Hal ini juga perlu menjadi fokus bagi OJK ke depan dalam menyasar program kerjanya agar sesuai dengan yang direncanakan.

"Kita ingin dalami terkait kinerja pengawasan OJK terhadap perbankan. Kita pun juga ingin tahu tentang kinerja OJK tahun 2018 serta rencana rencana OJK di tahun 2019 mendatang. Hal terkait juga output dan outcome yang akan menjadi sasaran," ungkap Prakosa di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, seperti mengutip dpr.go.id.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyebutkan, hingga akhir September 2018 realisasi anggaran telah mencapai 63 persen dari total pagu anggaran OJK tahun 2018. "Dengan berbagai program kerja realisasai anggaran mencapai Rp 3,12 triliun atau 63 persen dari total anggaran yang dianggarkan dari prognosa sampai Rp 4,97 triliun," kata Wimboh di hadapan Komisi XI DPR, saat melakukan raker dengan melakukan kajian dan pendalaman terhadap realisasi belanja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun anggaran 2018.

Untuk rencana kerja tahun anggaran 2019, Wimboh mengatakan pihaknya mengajukan anggaran sebesar Rp 5,67 triliun. Ia menjelaskan anggaran ini naik 14,11 persen dibandingkan anggaran tahun 2018 sebesar Rp4,97 triliun.

Ia menjelaskan dari anggaran tersebut, sebesar 51,43 persen atau sebesar Rp 2,92 triliun untuk anggaran strategis seperti pembiayaan pengawasan, pengaturan, perizinan industri keuangan, serta edukasi dan perlindungan konsumen.

Sementara 36,72 persen atau sebesar Rp 2,08 triliun untuk operasional. Sisanya yakni 11,4 persen atau Rp 642 miliar untuk sarana dan prasarana, termasuk gedung dan infrastruktur IT.

Komentar

x