Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 16:19 WIB

Pengembang SkyGarden Wajib Jalankan Surat Pesanan

Jumat, 2 November 2018 | 03:09 WIB

Berita Terkait

Pengembang SkyGarden Wajib Jalankan Surat Pesanan
(Foto: inilahcom/ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Gugatan wanprestasi PT Leading8 Mansion dengan developer Apartemen SkyGarden Kuningan, PT Jakarta Setiabudi International, Tbk dan PT Rasuna Setiabudi Raya, berakhir.
Diputuskan bahwa SkyGarden bersalah dan wajib memenuhi surat pesanan kepada penggugat. Berdasarkan Surat Pesanan No: 085/I/SSG/XI/2011 tanggal 17 November 2011, mewajibkan SkyGarden untuk menyerahkan unit apartemen seluas 89m2 kepada Penggugat.
Ternyata, SkyGarden melakukan kesalahan administrasi salah ketik sehingga luas tersebut berbeda dengan PPJB saat hendak ditandatangani Penggugat pada November 2015. Luas unit menjadi lebih kecil 8m2 dari yang dijanjikan kepada Penggugat.
Alih-alih memberikan ganti sesuai surat pesanan, pihak SkyGarden justru membatalkan secara sepihak dari surat pesanan tersebut. Alhasil kembali digugat ke Pengadilan Jakarta Selatan dalam Perkara No: 19/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Sel.
Kemudian pada 30 Oktober 2018, Majelis Hakim PN Jakarta Selatan, yang dipimpin Florensani Kendenan selaku Ketua, Krisnugroho Sri Pratomo dan Merry Anggarasih selaku anggota.
Majelis hakim memutuskan bahwa perkara tersebut dan memerintahkan SkyGarden untuk melaksanakan seluruh isi surat pesanan yang mewajibkan SkyGarden menyerahkan unit apartemen seluas 89 m2 kepada Penggugat.
Selanjutnya, majelis hakim menolak seluruh gugatan balik (rekonvensi) SkyGarden yang meminta ganti rugi biaya pengelolaan, air, listrik, sinking fund bahkan biaya pengacara kepada penggugat yang totalnya Rp10 miliar lebih.
SkyGarden juga dihukum membayar biaya perkara dan permintaan sita jaminannya ditolak karena dianggap tidak berdasar. Selaku penggugat dan pembeli yang beritikad baik maka PT Leading8 Mansion menyambut baik putusan Majelis Hakim yang berani, adil dan berkepastian hukum tersebut.
Ditengah banyaknya oknum pengembang besar yang wanprestasi ternyata hukum masih bisa melindungi para konsumen yang sudah dirugikan moril dan materilnya. Kemenangan ini sangat berarti karena sering terjadi konsumen yang dirugikan oleh oknum developer namun tetap saja dipersalahkan. Semoga saja perkara ini bisa menjadi masukan yang cukup berarti bagi hukum perlindungan konsumen di negara ini. [ipe]

Komentar

x