Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 09:01 WIB

Konferensi Sawit Indonesia

Motif Bisnis Dibalik Label Sawit 'Haram' di Italia

Jumat, 2 November 2018 | 16:17 WIB

Berita Terkait

Motif Bisnis Dibalik Label Sawit 'Haram' di Italia
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Nusa Dua - Kalau Anda kebetulan berada di negara Uni Eropa UE), jangan kaget kalau ada produk berlabelkan 'free from palm oil'. Itu bentuk perang iklan untuk menguasai pasar.
"Saat ini, terdapat ketakutan dari konsumen di UE, mengenai minyak kelapa sawit yang banyak dicitrakan berbahaya," papar Pieter dalam 14th Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) 2018 di Nusa Dua, Bali, Jumat (2/11/2018).
Berdasarkan riset yang dilakukannya, pelabelan tersebut merupakan bentuk dari perang dagang. Tujuannya untuk menghancurkan reputasi kelapa sawit. Dengan begitu, minyak sawit yang biasanya terkandung dalam biscuit atau produk makanan manis di Italia, menjadi tak laku.
Di mana, sawit dianggap membahayakan kesehatan, tidak berkelanjutan dari sisi lingkungan hidup, serta secara sosial berbahaya, terutama dari sisi ketenagakerjaan atau buruh. Padahal, secara keilmuwan, seluruh anggapan itu belumlah terbukti. "Dalam hal ini, NGO memiliki peran yang sangat signifikan dalam kampanye ini," katanya.
Sejak 2016 hingga awal 2018, lanjut Pietro, telah terjadi perang dagang melawan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO). Akibatnya, impor minyak sawit dari Italia untuk bahan makanan menurun 18%. Dan, impor minyak sawit Indonesia oleh Italia mencapai 70% untuk produk makanan. Sedangkan produk non-makanan turun sekitar 30%.
Di sisi lain, kata dia, terdapat kenaikan penjualan sebesar 12,9% untuk produk yang berlabelkan "free from" pada 2017 dan 13,5% pada 2016. Dia menyangsikan produk berlabel "free from palm oil" lebih baik ketimbang produk yang mengandung minyak sawit.
Secara keilmuan, dilihat dari tingkat kandungan dan lemak jenuh yang ada di produk, banyak perusahaan yang menyatakan bahwa produk mereka baik bagi kesehatan karena memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah.
Sementara, hasil temuan riset yang ia lakukan menegaskan, 90% tidak ada pengurangan kandungan lemak jenuh yang signifikan antara produk yang berlabel "free from palm oil" dengan produk yang mengandung minyak kelapa sawit.
Produk yang berlabel "free from palm oil", ternyata belum tentu memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah. Sehingga, perusahaan-perusahaan ini ternyata tidak sepenuhnya bebas dari lemak jenuh. Hal ini tentunya menjadi menyesatkan bagi para konsumen.
Pietro pernah mempresentasikan hasil risetnya ini kepada lembaga pemerintah, yakni kementerian pembangunan ekonomi Italia. "Sebagian besar label "free from" ternyata menyesatkan, namun tidak ada penegakan hukum untuk mengatasi masalah ini," ujar Pietro. [ipe]

Komentar

x