Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 16:55 WIB

Perusahaan Minerba Diwajibkan Setor Data Produksi

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 2 November 2018 | 17:01 WIB

Berita Terkait

Perusahaan Minerba Diwajibkan Setor Data Produksi
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mewajibkan seluruh perusahaan mineral dan batu bara memberikan data produksi dan penjualan ke aplikasi Mineral Online Monitoring System (MOMS).

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan pemerintah memberikan waktu selambat-lambatnya sepekan. Apabila dalam waktu itu perusahaan Minerba tidak mengksi data itu, maka pihaknya akan mencabut Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tersebut.

"(Kami berikan waktu) Seminggu, paling telat hari Jumat minggu depan untuk mengisi data yang dbutuhkan MOMS dan e-PNBP. Kalau ada yang luput tidak memasukkan, resikonya RKAB dicabut," kata Arcandra saat meluncurkan aplikasi Mineral Online Monitoring System (MOMS) dan e-PNBP mineral dan batubara (minerba) di kantornya, Jakarta, Jumat (2/11/2018).

Menurut Arcandra, aplikasi ini untuk memastikan kebenaran data produski dan penjualan minerba. Sehingga, input data dari perusahaan sangat diperkukan.

"Kita ingin komunikasi cukup lewat data, melalui aplikasi, namun tetap kita lakukan pengawasan apakah input itu benar atau tidak, akan kita crosscheck," kata dia.

Sementara Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengungkapkan, aplikasi ini diluncurkan untuk menjawab tuntutan kebutuhan data dan pengawasan yang lebih cepat, akurat.

Sedangkan bagi badan usaha, aplikasi ini dapat digunakan untuk memantau kegiatan pertambangannya melalui dashboard perusahaan, sehingga MOMS bisa mempermudah pengendalian produksi dan penjualan sektor minerba berdasarkan rencana yang telah disetujui.

Sedangkan e-PNBP Minerba merupakan aplikasi online berbasis web untuk menghasilkan perhitungan kewajiban perusahaan yang akurat beserta aplikasi untuk pembayaran dan pelunasan PNBP Minerba. E-PNBP merupakan sebuah integrasi dari layanan "Simponi" pada Kementerian Keuangan, dimana pembayaran dapat dibayarkan melalui aplikasi ini.

"Selama ini masih manual dengan periode bulanan. Dengan ini data bisa update secara real-time setiap perusahaan," kata Bambang.

Untuk perusahaan mineral, Kementerian ESDM telah melakukan sosialisasi dan pelatihan pada 94 perusahaan kewenangan pusat. 54 perusahaan diantaranya telah teregister dengan MOMS, dan 40 perusahaan lainnya dalam proses registrasi.

Adapun untuk e-PNBP, Bambang menjelaskan bahwa per 1 November 2018, terdapat 604 perusahaan yang telah melakukan registrasi dengan 1.145 transaksi denga total transaksi PNBP sebesar Rp. 691 miliar. Dengan itu, PNBP sektor minerba menjadi Rp. 40,1 triliun, melebihi target yang dipatok tahun ini sebesar Rp. 32,09 triliun.

"Mudah-mudahan bisa Rp. 43 triliun sampai Desember. Dengan (aplikasi) ini, memuat kewajiban yang akurat sesuai volume, waktu dan jatuh tempo," kata Bambang. [hid]

Komentar

x