Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 17:02 WIB

Kepemimpinan Transglobal Mampu Pacu Produktivitas

Minggu, 4 November 2018 | 22:10 WIB

Berita Terkait

Kepemimpinan Transglobal Mampu Pacu Produktivitas
(Foto: KementerianLHK/dok)

INILAHCOM, Jakarta - Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono memberikan pengarahan kepada peserta Reform Leader Akademi (RLA) Angkatan XVI Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Jakarta, Jumat (2/11/2018). Pendidikan dan Latihan RLA ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas reformasi birokrasi di Indonesia.

Di hadapan 25 peserta dari berbagai daerah, Bambang memberikan contoh dirinya ketika bekerja. Pernah suatu waktu ketika diberi amanat menjadi pemimpin, ia melihat ada yang tidak tepat jika satu peraturan hanya menjadi suatu peraturan bersama. Ia kemudian mendorong peraturan bersama tersebut menjadi peraturan presiden.

Bambang bercerita tentang desertasi doktornya yang membahas tentang kepemimpinan transglobal. Bambang menjelaskan bahwa kepemimpinan transglobal adalah kepemimpinan berdasarkan kecerdasan, dan ini berbanding lurus dengan produktivitas.

Dalam desertasinya, Bambang menguji pengaruh kepemimpinan transglobal kepala daerah melalui pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan good forest governance terhadap produktivitas hutan produksi pada HTR. Menurut Sekjen KLHK itu, kepemimpinan berlandaskan spiritual, intelektual, emosional, ditambah inteligensia global, bisnis dan sosial budaya mampu meningkatkan produktivitas hutan secara ekonomis, efektif dan efisien.

Enam kecerdasan yang disebutkan Bambang dapat menjadi dasar untuk membentuk seseorang menjadi pemimpin yang kuat. Ketika enam kecerdasan itu dapat dimiliki oleh seorang pemimpin, akan menciptakan lima perilaku.

Pertama, pemimpin itu akan tahan terhadap ketidakpastian. Kedua akan membangun tim kolaborasi untuk menyelesaikan tantangan pekerjaan. Ketiga, dia akan bersifat fleksibel pragmatis, dan empatinya luar biasa terhadap sesama. Keempat adalah visioner, respon prespektif ke masa depan. Kelima, dia mempersiapkan pemimpin berikutnya berorientasi pada talenta.

Pesan Bambang kepada para peserta, pemimpin harus dapat melihat kondisi saat ini. Kemudian dapat merencanakan kondisi yang diharapkan secara ideal. Gap antara kondisi saat ini dengan harapan ke depan memungkinkan para pemimpin untum membuat inovasi kebijakan.

Bambang juga memberikan tips motivasi dalam bekerja sehari-hari. Dalam bekerja harus mengetahui banyak hal dengan cara banyak belajar. Kemudian harus dapat merasakan dan menganalisis permasalahan. Terakhir adalah mulai bergerak untuk bekerja melakukan perubahan. [*]

Komentar

x