Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 18:15 WIB

Ekonomi Kuartal III Diprediksi Meleset

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 5 November 2018 | 04:01 WIB

Berita Terkait

Ekonomi Kuartal III Diprediksi Meleset

INILAHCOM, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2018 diprediksi meleset dari target yang diproyeksikan oleh pemerintah di kisaran 5,13-5,25 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Ekonom dari Indef, Bhima Arya Yudhistira memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuarta III 2018 hanya sebesar 5,05% dari PDB. "Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2018 diperkirakan mencapai 5,05%," kata Bhima kepada INILAHCOM, Minggu (4/11/2018).

Menurut dia, penurunan pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh rendahnya konsumsi rumah tangga paska Lebaran. Dimana geliat industri manufaktur yang tertekan kenaikan biaya bahan baku dan pelemahan kurs rupiah.

Kemudian, kinerja ekspor dan investasi belum terlalu pulih. "Disisi yang lain andalan pertumbuhan adalah belanja pemerintah melalui bansos, meskipun kontribusinya hanya 9-10% dari PDB," ujar dia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya, menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2018 di kisaran 5,13 sampai 5,25 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menurut dia, salah satu komponen dalam pertumbuhan ekonomi yang akan meningkat adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi yang pada kuartal II 2018 belum terlalu tinggi.

"Kami akan lihat angka di kuartal III ekspetasi pertumbuhan ekonomi antara 5,13 sampai 5,25 persen didukung konsumsi (rumah tangga) di atas 5 persen," kata Sri Mulyani saat rapat bersama Komisi XI di DPR RI, Kamis (13/9/2018).

Sri Mulyani menyebutkan, PMTB pada kuartal II 2018 agak turun dari perkiraan, dengan realisasi sebesar 5,87 persen. Adapun pada kuartal I 2018 PMTB tercatat sebesar 7,95 persen.

"Kuartal III (PMTB) akan recovery lagi mendekati 7 persen," ujar Sri Mulyani.

Diketahui dalam Undang-Undang APBN 2018, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi dalam asumsi makronya sebesar 5,4 persen. Namun, dalam perjalanannya target tersebut dikoreksi menjadi 5,2 persen karena ketidakpastian kondisi ekonomi global yang di antaranya disebabkan perang dagang serta kenaikan Fed Fund Rate sampai beberapa kali dalam tahun ini. [hid]

Komentar

x