Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 16:26 WIB

Rapat CPOPC di Malaysia, RI Bawa Isu Kesetaraan

Selasa, 6 November 2018 | 12:13 WIB

Berita Terkait

Rapat CPOPC di Malaysia, RI Bawa Isu Kesetaraan
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah bakal memperjuangkan penurunan tarif bea masuk bagi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) asal Indonesia. Upaya mendorong ekspor CPO.
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto bilang, upaya negosiasi penurunan bea masuk CPO asal Indonesia bakal dilakukan dalam rapat tahunan Organisasi Council of Palm Oil Producing Countries(CPOPC) di Malaysia, Kamis (8/11/2018).
Dalam forum ini, kata Airlangga, Indonesia akan mengangkat isu persamaan hak bea masuk minyak sawit dengan Malaysia. "Kan kita ada isu bilateral ada juga isu bersama. Kalau isu sendiri-sendiri itu kan Malaysia punya kebijakan. Misalnya bea keluar mereka cabut. Mereka punya early harvest dengan India," paparnya di Jakarta, Senin (5/11/2018).
Saat ini, bea masuk minyak sawit Malaysia ke India, lebih murah 4% ketimbang minyak sawit asal Indonesia. Aturan ini jelas berdampak kepada menurunnya daya saing minyak sawit Indonesia.
Selain ini, Indonesia akan mempertanyakan komitmen Malaysia terkait biofuel. Saat ini, negeri jiran baru menerapkan biofuel 7,5%, kalah jauh dengan Indonesia yang ancang-ancang menerapkan biofuel 20% (B20).
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartyasto Lukita mengaku optimis bahwa India akan menerapkan bea masuk CPO yang sama kepada Indonesia dan Malaysia. Hanya saja memang perlu diperjuangkan.
"Berkali-kali saya bicara dengan pejabat India mengenai bagaimana menurunkan bea masuk CPO. Bisa sama dengan Malaysia. Kami optimis bisa terlaksana sesegera mungkin," papar Enggar dalam acara Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) di Nusa Dua, Bali, Kamis (1/11/2018). [ipe]

Komentar

x