Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 16:58 WIB

Ini Dampak Negatif Simplikasi Cukai Rokok Bagi IHT

Selasa, 6 November 2018 | 12:40 WIB

Berita Terkait

Ini Dampak Negatif Simplikasi Cukai Rokok Bagi IHT
Anggota Komisi XI DPR Andreas Eddy Susetyo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Surabaya - kebijakan penyederhanaan (simplifikasi) tarif cukai rokok perlu dikaji kembali. Tujuannya agar tidak memberi dampak terhadap petani penghasil tembakau dan Industri Hasil Tembakau (IHT) tingkat menengah.

"Menjadi konsen kita ketika pemerintah mengeluarkan simplifikasi tarif cukai, karena memberikan dampak serius terhadap IHT dan petani penghasil tembakau," ungkap Anggota Komisi XI DPR Andreas Eddy Susetyo usai mengikuti rapat antara Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, BPS Jatim, BI Jatim, di Surabaya, seperti mengutip dpr.go.id.

Legislator PDI-Perjuangan itu melihat, pertumbuhan ekonomi Jatim sangat tergantung pada industri pengolahan dan sektor pertanian. Apalag 47 persen hasil taninya adalah tembakau. "Jatim merupakan salah satu produsen tembakau terbesar, sehingga PMK Nomor 146 Tahun 2017 sangat berdampak terhadap industri menengah dan petani tembakau," imbuh Andreas tentang Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 146 Tahun 2017 tentang Tarif Cukai Tembakau tersebut.

Dampaknya, lanjut Andreas, akan berpengaruh terhadap lapangan pekerjaan dan penyerapan hasil tambakau dari petani. Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah dan stakeholder terkait bisa duduk bersama dalam menentukan tarif cukai. Agar kebijakan yang dikeluarkan tidak berdampak buruk kepada satu belah pihak.

"Politik jangan ada jalan buntu, harus ada dialog untuk kepentingan bersama," jelas legislator dapil Jatim itu.

Dalam PMK No 146/2017 mengatur ketentuan pengurangan golongan atau layer tarif cukai. Penerapan kenaikan tarif berlaku bagi industri yang memproduksi rokok putih dan rokok kretek.

Dalam aturan dengan menghitung total kumulasi produksi keduanya, mulai 2019. Ini Kemudian menyamakan tarif cukai antara jenis rokok SKM dan SPM pada 2020, dan menghilangkan golongan I-B SKT.

Jika kenaikan tarif dan penyederhanaan layer dilakukan, Gappri khawatir membuat terjadinya kenaikan ganda. Yakni kenaikan regular tarif cukai dan kenaikan atas dampak penghapusan layer. Skema kenaikan tarif melalui pengurangan layer yang cukup signifikan dari 2018-2021.

Komentar

x