Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 16:53 WIB

Darmin: Pertumbuhan Triwulan III-2018, Cukup Oke

Rabu, 7 November 2018 | 08:09 WIB

Berita Terkait

Darmin: Pertumbuhan Triwulan III-2018, Cukup Oke
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menko Perekonomian Darmin Nasution, menilai, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2018 sebesar 5,17%, merupakan pencapaian yang baik di tengah ketidakpastian global.

"Ini menjadi penting, karena dalam situasi tekanan global, akibat perang dagang, normalisasi kebijakan The Fed, CPO harganya naik, kita tetap bisa mempertahankan pertumbuhan itu," kata Darmin di Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Darmin mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh kinerja konsumsi rumah tangga maupun investasi ini sudah relatif memadai, meski banyak terdapat faktor internal maupun eksternal yang berpotensi menyebabkan perlambatan.

Dengan kondisi ini, ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada akhir 2018, bisa berada pada kisaran 5,2%, walau belum memenuhi target yang ditetapkan sebelumnya sebesar 5,4%.

Meski demikian, Darmin menyoroti laju ekspor yang belum bisa memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan tingginya impor yang dibutuhkan untuk investasi dalam periode ini.

"Kita belum bisa mendorong ekspor secepat yang diharapkan sehingga masih menjadi ketidakseimbangan di neraca perdagangan. Ini yang masih kurang di pertumbuhan ekonomi," katanya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan III-2018 tumbuh sebesar 5,17%, Sehingga, secara kumulatif pada Januari-September 2018, tumbuh 5,17%.

Konsumsi rumah tangga pada periode ini tercatat tumbuh 5,01%. Diikuti ekspor sebesar 7,52%, pembentukan modal tetap bruto sebesar 6,96% dan konsumsi pemerintah sebesar 6,28%.

Namun, pengeluaran yang tumbuh tinggi pada triwulan III-2018 adalah konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT), yaitu 8,54%. Karena tahapan pemilihan umum serentak telah dimulai.

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah tingginya pertumbuhan impor pada periode ini hingga mencapai 14,06%. Karena meningkatnya nilai impor barang yang tercatat sebesar US$49,72 miliar.

Sementara itu, struktur PDB Indonesia masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga yang menyumbang 55,26%. Diikuti pembentukan modal tetap bruto 32,12%; ekspor 22,14%; dan konsumsi pemerintah 8,7%. Meski tumbuh tinggi, konsumsi LNPRT hanya menyumbang 1,19% dalam struktur PDB menurut pengeluaran. [tar]

Komentar

x