Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 16:21 WIB

Akhir Tahun. Industri Sawit Masuk Masa Paceklik

Rabu, 7 November 2018 | 18:09 WIB

Berita Terkait

Akhir Tahun. Industri Sawit Masuk Masa Paceklik
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Memasuki pergantian tahun, bisnis minyak sawit memasuki masa paceklik. Ya, lantaran produksi melimpah sementara pembeli sepi.

Mukti Sardjono, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengatakan, pasar minyak sawit boleh disebut sepi. karena daya beli dari sejumlah negara pengimpor minyak sawit masih menunjukkan pelemahan mulai September 2018.

"Alhasil ekspor minyak sawit Indonesia termasuk biodiesel dan oleochemical tercatat menurun 3%. Dari 3,3 juta ton pada Agustus 2018, tergerus menjadi 3,2 juta ton pada September 2018," papar Mukti dalam rilis kepada media di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Padahal, kata Mukti, harga minyak mentah sawit atawa Crude Palm Oil (CPO) cenderung murah. Logikanya, ketika harga CPO sejumlah negara akan memborongnya.

"Rendahnya harga CPO dunia tidak menjadi magnet yang kuat bagi negara importir untuk memborongnya. Karena, harga minyak nabati lain juga sedang murah. Terutama kedelai, rapeseed dan biji bunga matahari," kata Mukti.

Di mana, harga kedelai anjlhingga level terendah sejak 2007. Eskalasi perang dagang antara China dan AS, mempunyai andil besar dalam mempengaruhi harga kedelai.

Celakanya, produksi minyak sawit mengalami kenaikan signifikan terutama di Indonesia dan Malaysia. Karena pembeli sepi mengakibatkan stok menumpuk di dalam negeri.

Sepanjang September 2018, volume ekspor minyak sawit Indonesia (CPO, PKO dan turunannya) tidak termasuk oleochemical dan biodiesel, mencapai 2,99 juta ton.

Dari potret ekspor minyak sawit sepanjang Januari-September 2018, kata dia, mengalami penurunan 1%, atau dari 23,19 juta di Januari-September 2017, menjadi 22,95 juta ton sepanjang periode sama di 2018. [ipe]

Komentar

x