Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 01:52 WIB

Sidak ke Cipinang, Buwas Endus Pengoplos Beras

Kamis, 8 November 2018 | 16:09 WIB
Sidak ke Cipinang, Buwas Endus Pengoplos Beras
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas - (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) mencurigai adanya oknum pedagang yang mengoplos beras medium menjadi premium. Upaya meraup keuntungan besar.
Usai melakukan tinjauan bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta, Kamis (8/11/2018), Buwas bilang, distribusi atau operasi pasar dengan menggelontorkan beras medium sudah dilakukan. Namun, harga beras medium mengalami tren kenaikan menjadi Rp9.900 hingga Rp10.500 per kilogram. "Kalau saya dari penyuplai, justru ada kecurigaan ini ada perubahan beras medium menjadi premium. Bisa dilihat hari ini stok terbanyak mungkin 80 persen medium," kata Buwas.
Buwas menyebutkan, sampai saat ini, stok beras yang disimpan di gudang Bulog mencapai 2,7 juta ton. Bahkan, Bulog telah melaksanakan operasi pasar dengan menggelontorkan 60% dari stok beras medium untuk stabilisasi harga. Namun, jumlah beras yang diserap setiap harinya tidak sampai 15 ribu ton.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi menyebutkan saat ini stok beras di PIBC sebanyak 50 ribu ton, atau melebihi batas stok normal sebesar 20 ribu sampai 30 ribu ton. Namun, porsi jumlah beras di PIBC didominasi 80% oleh beras premium.
Padahal, menurut dia, produksi beras di dalam negeri untuk kebutuhan konsumsi di Jakarta sangat cukup, hanya saja preferensi pedagang untuk menjual beras premium menjadi fenomena baru yang harus dicermati. "Hanya saja, beras medium ini lebih cenderung ditingkatkan ke premium karena marginnya tinggi. Ini semacam fenomena baru, bukan masalah produksi," kata Arief.
Ia menambahkan, saat ini, beras premium memiliki kadar patahan sebesar 15%, berbeda dengan sebelumnya yang hanya 5%, Oleh karena itu, Bulog pun meminta agar Satgas Pangan dapat kembali meninjau ke lapangan adanya indikasi perubahan beras medium ke premium yang berdampak pada sulitnya masyarakat mendapatkan beras dengan harga murah.
Harga eceran tertinggi (HET) beras medium di wilayah Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, NTB, Sulawesi dan Bali sebesar Rp9.450 per kilogram, sedangkan untuk premium Rp12.800 per kg. [tar]

Komentar

x