Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 05:37 WIB

Honeywell: Indonesia Pasar Penting Pesawat Terbang

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 8 November 2018 | 21:36 WIB

Berita Terkait

Honeywell: Indonesia Pasar Penting Pesawat Terbang
(Foto: Inilahcom/Ahmad Munjin)

INILAHCOM, Jakarta - Honeywell, perusahaan asal Amerika Serikat menilai Indonesia sebagai pasar yang sangat penting bagi industri penerbangan di dunia.

Roy Kosasih, Presiden Direktur PT Honeywell Indonesia mengatakan hal itu. "Sebab, pemerintah menaikkan belanja militer sehingga kebutuhan spare part pun naik," kata Roy di sela-sela Indodefence 2018 Forum and Expo, di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Lebih jauh Roy menjelaskan, pihaknya sudah bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam kurun 40-50 tahun. Dalam kerja sama tersebut, perseroan berperan sebagai pemasok beberapa komponen pesawat terbang yang diproduksi oleh PTDI, seperti pesawat F16, CASA C-212 Aviocar, CN-235, Casa CN 121, C-130 Hercules, pesawat KT-1, dan N219.

"Untuk N219 ini yang paling banyak kami pasok komponennya. Secara keseluruhan kita memasok 10-15% komponen untuk PTDI," ucap dia tandas.

Selain komponen, perusahaan yang tercatat di New York Stock Exchange dengan kode saham HON (NYSE: HON) ini juga memasok sistem high frequency radio dan sistem kontrol pendingin CPCS. "Untuk PTDI, kita suplai mesin pesawat, alat komunikasi high frequency radio, avionik, bahkan hingga mekanik," ungkap Roy.

Selain pesawat baru, lanjut dia, kerja sama dengan PTDI adalah kontrak perawatan pesawat dengan anak usaha PTDI, yakni PT Nusantara Turbin dan Propulsi (PT NTP) yang fokus pada perawatan. "Ini semacam bengkel perawatan PT GMF AeroAsia Tbk di PT Garuda Indonesia Tbk," papar dia.

"Intinya kami juga sebagai software company untuk pesawat terbang sekaligus konektivitasnya sesuai dengan moto kami the power of connected baik untuk kebutuhan pesawat terbang komersil maupun untuk pertahanan," ucapnya.

Honeywell juga menyediakan sistem komunikasi pesawat terbang di saat terjadi bencana seperti gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

"Sistem ini memudahkan penggunanya saat koordinasi landing pesawat," ujarnya. "Ini yang bisa menyebabkan pendaratan pesawat yang akurat saat terjadi bencana, membantu navigasi yang terhubung ke satelit. Sistem kami menjadi solusi saat sistem navigasi rusak. Itu yang bisa kita tawarkan."

Tim Van Luven, Honeywell Aerospace (Defence and Space) Vice President of Asia Pacific menambahkan, selain hardware dan software, Honeywell juga menyediakan TCAS Traffic untuk tujuan keselamatan penerbangan.

Honeywell juga menyedian peralatan Avionik, yakni peralatan elektronik penerbangan yang mencakup seluruh sistem elektronik yang dirancang untuk digunakan di pesawat terbang. Sistem utamanya meliputi sistem komunikasi, navigasi dan indikator serta manajemen dari keseluruhan sistem.

Tim Van Luven menjelaskan, pihaknya memasok komponen baik untuk pesawat komersial ataupun pertahanan. "Akan tetapi, pada dasarnya kita kerja sama terlebih dahulu dengan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia," papar dia.

Honeywell sudah memasok 50-55% kotak hitam (black box) pesawat yang dibuat Honeywell di seluruh dunia. "Setiap 5 detik pesawat landing di seluruh dunia, velg dan remnya punya Honeywell," kata dia.

Di Asia, Jepang merupakan pasar utama bagi Honeywell terutama untuk pesawat sejenis jet tempur. Sementara itu, di Asean Indonesia merupakan pasar nomor 2. "Posisi ini very close to Singapura. Sedangkan ke China, pemerintah AS melarang menjual. Tidak boleh dijual ke China."

Secara komposisi, Honeywell lebih banyak memasok komponen untuk pesawat terbang komersil. "Jadi, hanya 1/5-nya untuk pesawat pertahanan. Kita punya pabrik di Bintan hingga tahun ini. Tapi, ini dipindahkan ke Malaysia biar lebih efisien," imbuhnya. [jin]

Komentar

x