Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 05:39 WIB

BC Bitung Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp4 M

Jumat, 9 November 2018 | 17:15 WIB

Berita Terkait

BC Bitung Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp4 M
(Foto: BeaCukai)

INILAHCOM, Bitung - Kantor Bea Cukai (BC) Bitung memusnahkan sekitar 8,3 juta batang rokok dan miras ilegal hasil penindakan 2016 hingga 2018. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai Community Protector bertugas melindungi negara dari masuknya barang-barang berbahaya yang berpotensi merugikan negara.

"Dengan pemusnahan barang kena cukai ilegal ini kami berharap masyarakat dapat mengetahui dan memahami peran penting Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menjaga negeri ini dari masuknya barang-barang ilegal. Kami tidak diam, kami terus bekerja dan berusaha keras memastikan negara ini khususnya Sulawesi Bagian Utara bebas dari peredaran Barang Kena Cukai Ilegal," ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Bitung Agung Riandar Kurnianto, kemarin.

Rincian Barang Milik Negara (BMN) dari hasil penindakan atas peredaran Barang Kena Cukai (BKC) ilegal berupa Hasil Tembakau (HT) ilegal dan Minuman Mengandung Etil Alkohol / MMEA (Miras) ilegal tersebut sejumlah 8.296.552 Batang Hasil Tembakau berupa rokok merek Blitz, 86, Plus, Gudang Semen, Am Max, NZR Mild, Energy, Mr. Dj, Masster, Gudang Harum, Clove, Concer, McQueen, Premium, Gess, Milenium, Nous, Brand Djati, dan Escobar.

Juga 26.599 Botol Minuman Mengandung Etil Alkohol/MMEA (Miras) merek Kasegaran, Segaran Sari, Selera Sari, Casanova, dan Carlo Rosi. Perkiraan nilai barang sebesar Rp4.531.467.000 dan nilai kerugian negara sebesar Rp3.613.939.040 atas nilai pungutan cukai yang seharusnya dibayar.

Agung mengungkapkan, kegiatan penindakan ini sebagai salah satu tugas pokok dan fungsi unit seksi Kantor Bea Cukai Bitung yaitu Seksi Penindakan dan Penyidikan dengan cara melakukan kegiatan pengawasan melalui Operasi Pasar Barang Kena Cukai (BKC) yang rutin dilaksanakan. Seperti Operasi Ampadan dan Operasi Gempur yang merupakan Operasi Serentak berdasarkan instruksi dari Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kantor Pusat DJBC.

"Penindakan tersebar di Wilayah Kerja Kantor Bea Cukai Bitung meliputi Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, dan Bolaang Mongondow Selatan," ujarnya.

Agung menyatakan, modus pelanggaran yang dilakukan yaitu BKC tanpa dilekati dengan pita cukai, BKC menggunakan pita cukai bekas hingga BKC menggunakan pita cukai palsu. Barang Kena Cukai Ilegal yang diperoleh dari hasil operasi kemudian menjadi Barang Milik Negara dan akan dilakukan penindakan dan penanganan berdasarkan Undang-Undang nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 39 tahun 2007; Peraturan Menteri Keuangan nomor 62/PMK.04/2011 tentang Penyelesaian Terhadap Barang Yang Dinyatakan Tidak Dikuasai, Barang Yang Dikuasai Negara, dan Barang Yang Menjadi Milik Negara danPeraturan Menteri Keuangan nomor 240/PMK.06/2012 tentang Tata Cara Pengelolaan Barang Milik Negara Yang Berasal dari Aset Eks Kepabeanan dan Cukai yaitu salah satunya melalui pemusnahan.

Barang Hasil Penindakan KPPBC TMP C Bitung selanjutnya oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara (Suluttenggomalut) ditetapkan sebagai Barang Milik Negara dan telah disetujui untuk dimusnahkan. MMEA/Miras dan HT/Rokok dimusnahkan dengan cara dihancurkan menggunakan wheel roller. [*]

Komentar

x