Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 05:38 WIB

RI Punya Noorcoin, Token Syariah Pertama di Dunia

Jumat, 9 November 2018 | 18:23 WIB

Berita Terkait

RI Punya Noorcoin, Token Syariah Pertama di Dunia
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Mungkin tak banyak yang tahu, penemu Noorcoin, token syariah pertama di dunia adalah putera Indonesia. Atas prestasi ini, Presiden Joko Widodo tak segan memasangnya di situs resminya.

Pada Sabtu lalu (3/11/2018), Noorcoin 'mejeng' di situs resmi Presiden Joko Widodo, sebagai wajah revolusi industri 4.0. Informasi saja, Noorcoin merupakan token crypto berbasis syariah yang pertama di dunia. Membanggakannya lagi, aplikasi Noorcoin ini adalah karya anak bangsa, Sofia Koswara. Wajarlah bila dalam situs Jokowi itu, Noorcoin ditampilkan sebagai inspirator, kebanggaan Indonesia.

Menyongsong era revolusi industri 4.0, Jokowi dengan antusias dan optimis, menyiapkan berbagai langkah strategis. Dia menginginkan anak muda Indonesia bisa mengambil keuntungan dari perkembangan yang ada untuk kemajuan bangsa.

"Indonesia harus gesit dan cepat memanfaatkan kesempatan yang ada di depan mata karena rumus yang berlaku sekarang bukan lagi yang besar mengalahkan yang kecil, tapi yang cepat mengalahkan yang lambat," ujar Jokowi.

Prinsip-prinsip penting yang akan membantu mengidentifikasi dan mengimplementasikan skenario Industri 4.0. Antara lain prinsip interoperabilitas (conformity), yaitu kemampuan mesin, perangkat, sensor dan manusia untuk terhubung dan berkomunikasi satu sama lain melalui internet untuk semua (IoT) atau internet untuk audiens (IoP).

Prinsip kedua adalah keterbukaan informasi, yaitu kemampuan sistem informasi untuk membuat salinan dunia fisik secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor. Prinsip transparansi informasi adalah apa yang kemudian dimanifestasikan, antara lain, dalam sistem yang disebut blockchain.

"Sekarang kita sudah punya empat unicorn, tapi saya ingin lebih dari itu," kata Jokowi saat membuka Ideafest 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (26/10/2018).

Sebelumnya, Noorcoin nangkring di situs resmi Jenderal Moeldoko, Kepala Kantor Staf Presiden, pada 10 Oktober 2018. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sangat mendukung Noorcoin sebagai mata uang digital berbasiskan syariah.

Dalam pertemuan tahunan ICCIA dengan 57 negara OKI di Jakarta, 23 Oktober 2018, Noorcoin menampilkan demo aplikasi mobile testnetnya menggunakan Ethereum Virtual Machine.

Sejumlah negara di Timur Tengah, sangat mengapresiasi penerapan blockchain di dunia keuangan berbasis syariah. Di mana, Noorcoin mengintegrasikan teknologi crypto dengan platform yang sesuai dengan hukum Syariah. Dan, Noorcoin dibangun dengan sistem kepercayaan dan reputasi terdesentralisasi yang bekerja dengan sempurna di gateway pembayaran real-time dari sistem blockchain.

Noorcoin sempat diundang berkolaborasi dalam Festival Alumni Asia Universitas Boston pada 3 November 2018 di Grand Hyatt Hotel, Jakarta.

Prof Susan Fournier yang hadir dalam acara tersebut, tak bisa menyembunyikan kekagumannya. "Saya sangat bangga bahwa Noorcoin didukung dan ditampilkan di situs web resmi Presiden Joko Widodo di Digital Creative Economy. Terima kasih Noorcoin karena mendukung acara Allumni Universitas Boston dalam membuat dampak global," papar Susan.

Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk RI, HE Osamh Mohammed Abdullah Shuibi yang menjadi tamu kehormatan, mengatakan, Noorcoin merupakan token syariah pertama di dunia yang pendirinya berasal dari Indonesia. Negeri dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

"Kami berencana meluncurkan ICO Noorcoin pada April 2019 mendatang di Riyadh Arab Saudi. Insha Allah, dengan Presiden Jokowi dan Putra Mahkota MBS. Kami mengharapkan Noorcoin dengan teknologi canggihnya untuk memberikan dampak tidak hanya pada captive market dari 30 juta pengunjung Haji dan Umrah tetapi juga untuk 1,8 miliar Muslim di seluruh dunia," paparnya.

"Selain dunia Muslim, ada permintaan yang kuat untuk Noorcoin dari negara lain di Asia, Australia, Amerika, dan Eropa," lanjutnya.

Saat bertemu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, CEO Noorcoin Sofia Koswara menjelaskan, teknologi blockchain punya banyak manfaat.
Misalnya, membawa kekuatan ke massa: meratakan lapangan bermain.

Sofia menjelaskan, ada masalah sosial dan hukum yang perlu ditangani, seperti miskonsepsi dan tidak adanya kedudukan hukum atas teknologi. "Legalitas cryptocurrency pada Juni 2018 adalah mirip dengan komoditas, yang diklasifikasikan sebagai aset digital," kata Sofia.

Sofia berkata, Kerajaan Saudi Arabia (KSA) adalah mitra Noorcoin sejak awal, bersama dengan visi 2030 Putra Mahkota untuk melepaskan ketergantungan pada minyak. Rencananya, KSA akan mendapatkan alokasi 20 miliar Noorcoin.

CBDO Iskandar Purnomohadi dari Noorcoin mengatakan, Noorcoin menawarkan opsi untuk menyediakan aset digital dan cryptocurrency berbentuk emas. "Ini untuk memastikan keamanan dan stabilitas pemegang Noorcoin," kata Iskandar. [tar]

Komentar

x