Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 06:32 WIB

Tahun Depan, Bankir Meramal Likuiditas Agak Seret

Sabtu, 17 November 2018 | 04:29 WIB

Berita Terkait

Tahun Depan, Bankir Meramal Likuiditas Agak Seret
Direktur PT Bank Central Asia, Subur Tan - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur PT Bank Central Asia, Subur Tan mempekirakan, sektor perbankan pada 2019 bakal menghadapi tantangan likuiditas yang cukup serius.

"Likuiditas tahun ini tidak seperti tahun 1998 atau 2008. Namun, yang diwaspadai likuiditas dana menyempit. Mau tidak mau suku bunga akan naik. Ditambah pula, faktor global yang belum jelas," jelas Subur dalam acara penyerahan donasi BCA secara simbolis kepada UNICEF dan WWF di Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Ia mengatakan, Bank Indonesia pada Kamis (15/11/2018), menyesuaikan suku bunga acuan untuk berjaga-jaga. "Saya rasa market menyambut sangat positif. Angka-angka di bursa hari ini sangat positif," katanya.

Subur mengakui, kondisi suku bunga yang naik, memengaruhi perkembanhan sektor riil. "Segala sesuatu itu akan ada ekuilibrium. Bukan berarti ada ekuilibrium terhadap currency atau apa. Dengan kenaikan suku bunga, industri akan menyesuaikan diri. Dia akan membayar biaya lebih tinggi," imbuhnya.

Subur mengatakan, suku bunga belum bergerak banyak, masih berkisar 1%. Masih 100 basis poin (bps) hingga 125 bps. Mestinya, suku bunga acuan itu masih bisa diserap.

Selain itu, ia menuturkan rasio kredit bermasalah atau NPL masih dapat dipertahankan. "Sampai hari ini tidak ada potensi kenaikan yang signifikan," katanya.

Menurut Subur, likuiditas yang ketat berpengaruh pada kenaikan cost of fund (biaya dana) di industri perbankan. "Industri ini kan 94 persen bergantung dari luar. Hari ini, kita lihat net buying di bursa cukup bagus. Ada fund flow dari luar yang masuk ke dalam. Idealnya, masing-masing bank memiliki kenyamanannya. Tidak ada pakem yang pasti," imbuhnya yang merujuk pada aturan OJK dan BI yang meningkat 85 hingga 105 bps.

Oleh karena itu, sambungnya, BCA melihat market seperti apa dalam menentukan suku bunga. "Kita akan amati suku bunga. Kalau bisa bertahan, kami bertahan. Ya, kalau tidak bisa, kami kembali mengikuti mekanisme pasar. Kalau pasar menghendaki naik, kami tidak bisa melawan arus," tegas Subur. [tar]

Komentar

x