Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 06:29 WIB

Merpati Hidup Lagi, Pelat Merahnya Dicopot Saja

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 17 November 2018 | 17:17 WIB

Berita Terkait

Merpati Hidup Lagi, Pelat Merahnya Dicopot Saja
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Hingga detik ini, status PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) yang bakal mengudara lagi pada 2019, belum jelas. Apakah tetap menjadi BUMN, atau swasta.

Mantan Komisaris Utama Merpati, Said Didu punya usulan. Ketika duit swasta mengalir untuk menghidupkan lagi Merpati, pelat merahnya perlu dilucuti. "Kalau saya ditanya, apakah lebih bagus BUMN, saya demi kelincahan lebih bagus bukan BUMN, supaya lebih lincah, karena BUMN itu sangat ribet," kata Said dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (17/11/2018).

Ketika Merpati kekurangan modal, kata Said, jika berstatus perusahaan negara, maka butuh persetujuan DPR, Artinya, secara prosedural cukup rumit dan pelik untuk menyelamatkannya.

Sementara bila dia dikelola swasta urusannya tidak akan serumit itu. "(Misalnya) pas kekurangan uang Rp 100 miliar harus izin DPR, bisa tawaf lagi mereka. Tapi kalau di swasta maka dia lebih lincah untuk mengambil keputusan," sebutnya.

Kemudian dalam hal strategi bisnis juga dikelola oleh swasta menurut dia lebih mudah. "Umpamanya sekarang kan kalau mau beli tiket jam sekian beda dengan jam berikutnya. Nah kalau di BUMN pas diperiksa nanti ditanya lagi oleh BPK 'kenapa kau turunkan harga tiket', padahal daripada kursinya kosong turunkan harga tiket dong," paparnya.

Meski demikian, bukan berarti pemerintah tidak boleh memiliki saham di maskapai tersebut, hanya saja sebaiknya dengan porsi minoritas. "Maka demi kelincahan ya, minoritas saja lah, walaupun ada sahamnya BUMN minoritas saja," tambahnya.[ipe]

Komentar

x