Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 05:31 WIB

Paket Ekonomi Jilid XVI

Maksud Hati Selamatkan Rupiah, Apa Daya UKM Korban

Senin, 19 November 2018 | 12:40 WIB

Berita Terkait

Maksud Hati Selamatkan Rupiah, Apa Daya UKM Korban
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang terus melemah beberapa waktu terakhir membuat pemerintah membuat segala macam kebijakan untuk menyelamatkan mata uang garuda yang hampir tembus Rp15.000 per US$.

Salah satu cara yang dipakai pemerintah adalah dengan cara menderegulasi izin sejumlah sektor lewat Paket Kebijakan Ekonomi XVI. Langkah ini dinilai penting untuk mengatasi tekanan global terhadap ekonomi domestik, terutama nilai tukar.

Namun dalam paket ekonomi tersebut sejumlah pihak mengatakan pemerintah dalam tanda kutip mengorbankan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan memperbolehkan 100% saham di sektor UMKM bisa dikuasai asing.

"Ya buat signaling ke pasar keuangan aja. rupiah menguat, IHSG naik. Karena stabilitas rupiah dianggap lebih penting ketimbang UMKM," kata ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara kepada INILAHCOM, Senin (19/11/2018).

Sebelumnya Staf Khusus Menko Perekonomian, Edy Putra Irawady mengatakan sebanyak 54 bidang usaha dicopot dari Daftar Investasi Negatif (DNI). Di mana, ke-54 sektor usaha itu notabene UMKM), dibuka untuk masuknya investor asing. Tak tanggung-tanggung, asing diperbolehkan menguasai saham UMKM itu hingga 100%, demi meningkatkan nilai investasi di Indonesia.

Namun Bhima membantah bahwa pencopotan DNI ini tidak begitu efektif untuk bisa menambah investasi yang masuk. Menurutnya sebelum Paket Ekonomi Jilid XVI dirilis, sektor usaha yang mendapat relaksasi 100% itu, tidak banyak dilirik investor asing. Padahal, pemerintah telah melakukan relaksasi DNI lewat Peraturan Presiden (Perpres) No 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Daftar Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

"Itu juga belum terbukti karena investasi langsung asing (FDI) di kuartal III 2018 menurun 20,2% (yoy). Artinya investor yang menyambut gembira cuma di pasar saham, sementara investor jangka panjang nya menanggapi dingin," katanya.

Sekedar catatan saja, DNI merupakan daftar yang disusun pemerintah untuk melindungi pengusaha domestik, supaya tidak berhadapan langsung dengan pengusaha asing. Jadi, apabila sebuah bidang usaha masuk dalam DNI, berarti pemerintah membatasi kepemilikan asing dalam bidang usaha tersebut. [ipe]



Komentar

x