Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 05:28 WIB

CAD tak Kunjung Selesai, Darmin Ngelesnya Begini

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 23 November 2018 | 18:09 WIB

Berita Terkait

CAD tak Kunjung Selesai, Darmin Ngelesnya Begini
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Terkait neraca transaksi berjalan yang masih saja defisit, Menko Perekonomian Darmin Nasution punya alasan begini. Ngeles melulu pak.

Kata Darmin, pembenahan neraca transaksi berjalan yang masih mengalami defisit, merupakan pekerjaan jangka menengah- panjang. Artinya, perlu waktu hingga tahunan. "Transaksi berjalan itu butuh bertahun-tahun untuk memperbaiki. Bukan begitu keluar kebijakan, bulan depan atau tiga bulan lagi akan beres," kata Darmin di Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Darmin mengatakan, pemerintah secara bertahap, terus berupaya untuk menekan defisit neraca transaksi berjalan alias (Current Account Deficit/CAD), melalui sejumlah kebijakan. Salah satunya dengan mewajibkan penggunaan biodiesel 20% (B20) guna mengurangi impor minyak mentah.

Selain itu, pemerintah mewajibkan devisa hasil ekspor yang berasal dari sumber daya alam masuk ke sistem keuangan Indonesias, merevisi peraturan mengenai Daftar Negatif Investasi (DNI), serta memperbaiki fasilitas insentif perpajakan untuk investasi.

Diakui mantan Gubernur BI ini, pembenahan neraca perdagangan maupun neraca modal ini, tidak akan selesai dalam waktu bulanan dan langsung memperlihatkan hasil. Semuanya baru akan kelihatan secara bertahap.

Ia juga mengingatkan berbagai kebijakan tersebut, seperti yang baru diluncurkan dalam bentuk paket kebijakan XVI, harus diupayakan sebagai upaya pembenahan lebih dini dan untuk menjaga kepercayaan para pelaku pasar agar aliran modal kembali masuk ke Indonesia.

"Sekarang ini, momentumnya modal asing mulai masuk, apalagi setelah kebijakan bunga BI dinaikkan. Momentum itu harus dimanfaatkan dan dijaga. Kalau momentum ini lewat, kita harus menyiapkan kebijakan lagi yang mungkin baru tiga atau enam bulan lagi baru bisa kita buat," ujarnya.

Darmin menegaskan persoalan defisit neraca transaksi sudah ada sejak Indonesia berdiri dan belum tentu permasalahan ini bisa selesai 100 persen. Namun, setidaknya berbagai pembenahan yang dilakukan bisa memberikan dampak positif dan penguatan kepada fundamental ekonomi secara keseluruhan.

Mengingatkan saja, CAD kuartal III/2018 melebar dari kuartal II/2018. Di mana, kuartal II CAD mencapai US$8 miliar. Kuartal berikutnya naik menjadi US$8,8 miliar atau 3,02% dari Produk Domestik bruto (PDB). Secara akumulatif, CAD hingga kuartal III/2018 mencapai 2,86% PDB. Ya, memang masih aman namun kok nambah ya? Ini yang bikin was-was. [ipe]

Komentar

x