Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 06:36 WIB

Kementan: Ekspor Durian 2018 Surplus 733 Ton

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 26 November 2018 | 13:57 WIB

Berita Terkait

Kementan: Ekspor Durian 2018 Surplus 733 Ton
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat ekspor komoditas durian medio Januari sampai September 2018 alami surplus 733 ton. Sebalumnya pada tahun 2017 defisit.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi. Menurut Suwandi, nilai surplus ini bisa berkontribusi pada devisa dan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Mengacu data BPS, tahun 2017 neraca perdagangan durian defisit. Ekspornya hanya 240 ton sementara impor lebih besar mencapai 764 ton sehingga defisit 524 ton. Tapi ekspor durian Januari-September 2018 melonjak 1.084 ton, impor hanya 351 ton. Artinya surplus 733 ton. Ini capaian yang membanggakan," kata Suwandi di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Dia mengungkap, peningkatkan ekspor di tahun 2018 ini berkat kerja keras tidak hanya mendorong produksi dan daya saing, tetapi juga wujud nyata komitmen Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam meningkatkan volume ekspor dan mendorong investasi. Di antaranya merubah sistem dan regulasi yang mempermudah dan mempercepat pengurusan izin investasi dan ekspor.

"Untuk mempermudah izin ekspor, Kementan telah menerapkan sistem OSS (red.Online Single Submission). Regulasi direvisi, di antaranya Permentan 29 tahun 2018. Semula mengurus izin ekspor tanaman hias dan benih hortikultura butuh waktu 8 hari sekarang menjadi 3 jam untuk dokumen yang sudah clear and clean," ujar Suwandi.

Dengan demikian, Kementan masif melakukan penanganan dari hulu, budidaya hingga hilir dikawal sehingga menghasilkan durian berkualitas dan bersaing. Alhasil, ekspor durian telah menembus banyak negara.

"Ekspor durian telah merambah pasar Hongkong, Thailand, Vietnam, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Belanda dan Australia," kata Suwandi.

Lebih lanjut Suwandi menuturkan jumlah pohon durian di tahun 2017 sebanyak 8,2 juta pohon yang produksi sebesar 795 ribu ton. Dalam meningkatkan produksi durian, Kementan menggelontorkan bantuan benih dan membangun kawan durian.

Di tahun 2017, sambungnya, jumlah bantuan bibit mencapai 112.000 batang dan tahun 2018 sebanyak 211.000 batang, serta 2018 membangun kawasan durian seluas 5.000 hektar serta penanganan hulu - hilir hingga promosi dan kontes durian.

"Durian saat ini sedang musim panen di beberapa daerah sentra yang berlangsung pada November hingga April. Cita rasa durian lokal lebih enak dan harga terjangkau. Artinya, durian tidak hanya diminati dalam negeri, kami optimis di tahun 2018 ini volume ekspor durian semakin naik," tuturnya.

Perlu diketahui, jenis durian lokal yang memiliki cita rasa yang tidak kalah dengan durian negara-negara tetangga yakni durian Pelangi Papua, Srombut Kalimantan, durian Merah Banyuwangi, Tembaga, Si Mas Sunan dan Petruk. Indonesia pun memiliki durian Lay, bawor, Romo Banyumas dan lainnya. Juga telah berkembang wisata durian Warso Farm di Desa Cihideng, Kecamatan Cijeruk, Bogor

"Ada juga durian Bawor di Banyumas, rata rata 100 buah perpohon, berat 2 hingga 3 kg per buah. Harga di petani Rp 45.000 per kg dan di eceran Rp 65.000 per kg," ungkap Suwandi.

"Kemudian durian varietas madu racun di Desa Jorong Lurah Nan Tigo, Kecamatan Selayo, Solok, Sumatera Barat, bisa 800 buah per pohon, berat 5 hingga 8 kg per buah akan dipanen Januari 2019," kata dia. [jin]

Komentar

x