Find and Follow Us

Sabtu, 20 April 2019 | 22:49 WIB

Inilah Tujuan Pertamina Gandeng PT KAI dan PT Pos

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 26 November 2018 | 17:01 WIB
Inilah Tujuan Pertamina Gandeng PT KAI dan PT Pos
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina bersinergi dengan PT Pos Indonesia untuk menyalurkan Liquified Petroleum Gas (LPG) dan Pelumas.

Rencananya, ke depan aset milik Pos yakni outletnya bisa digunakan untuk berjualan LPG. Sinergi ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat untuk membeli produk Pertamina. Sinergi BUMN ini dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani di Kantor Kementerian BUMN, Senin 26 November 2018.

Selain dengan PT Pos, PT Pertamina juga bersinergi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Sinergi dengan KAI berkaitan dengan pemakaian lahan untuk SPBU dan pengangkutan BBM.

Penandatanganan nota kesepahaman antara Pertamina dengan KAI dilakukan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati dan Direktur utama PT KAI, Edi Sukmoro. Demikian juga kerjasama antara Pertamina dengan Pos Indonesia dilakukan Direktur Utama Pertamina dan Direktur Utama Pos Indonesia, Gilarsi Wahju Setijono.

Menteri BUMN, Rini Soemarno memberi apresiasi sinergi BUMN tersebut. Rini meminta agar BUMN dapat terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan efisiensi dan optimalisasi kinerja serta pelayanan kepada masyarakat.

"Kerja sama antar-BUMN merupakan manifestasi nyata dari sinergi dan persaudaraan BUMN sebagaimana terangkum dalam semangat One Nation, One Vision, One Family to Excellence," ujar Rini.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati di sela-sela penandatangan mengatakan kerjasama dengan KAI dan Pos Indonesia merupakan upaya pemerintah memperluas jaringan penjualan serta menyalurkan produk Pertamina ke berbagai wilayah Indonesia. Caranya dengan mengoptimalkan aset dan memanfaatkan armada BUMN.

Kerja sama Pertamina dengan Pos Indonesia, konkritnya meliputi pemanfaatan jaringan outlet pos untuk penjualan produk Pertamina seperti Elpiji. Selain itu, Pertamina juga akan menggunakan armada PT Pos untuk mengantarkan produk ke konsumen. Bahkan pemanfaatan lahan-lahan PT Pos Indonesia untuk pembangunan SPBU.

Sementara kerja sama dengan KAI, dilaksanakan berdasarkan butir kesepakatan yakni optimalisasi pengelolaan aset KAI untuk pembangunan SPBU ataupun unit bisnis lainnya, peningkatan pengiriman BBM dan produk Pertamina lainya dengan menggunakan moda kereta api, serta pengembangan usaha potensial lainnya.


"Kami bersinergi mengembangkan potensi bisnis masing-masing dan memperkuat jaringan pemasaran untuk memenuhi kebutuhan energi di masyarakat dengan mengoptimalkan aset negara yang dikelola BUMN," kata Nicke.

PT KAI sebagai BUMN transportasi yang memiliki sejumlah aset potensial dan strategis di berbagai wilayah akan terus dioptimalkan melalui pemanfaatan lahan, pengembangan angkutan logistik dan kerjasama usaha lainnya.

"Sinergi BUMN merupakan hal yang sangat krusial untuk meningkatkan daya saing bagi pembangunan ekonomi Indonesia dan diharapkan bisa memberi manfaat bagi semua lapisan masyarakat," ujar Direktur utama PT KAI, Edi Sukmoro.

Direktur Utama Pos Indonesia, Gilarsi W. Setijono mengatakan sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bertujuan untuk turut serta melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional. "Kami sangat antusias menyambut kerjasama ini," katanya.

Apalagi, Pos Indonesia mempunyai jaringan yang sangat luas yaitu lebih dari 4.800 kantor dan lebih dari 4.300 diantaranya telah online. Sedangkan jumlah titik layanannya (Point of Sales) mencapai 24.410 titik dalam bentuk Kantor Pos sendiri dan lebih dari 49 ribu berbentuk Agen Pos.

Dengan jaringan yang sangat luas ini, Kantor Pos merupakan tempat yang sangat strategis untuk penjualan produk Pertamina.

Di samping itu melalui MoU tersebut akan dijajaki pemanfaatan lahan milik Pos Indonesia yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai SPBU serta kerja sama lainnya yang akan disepakati bersama.

"Pos Indonesia memiliki banyak aset potensial yang siap disinergikan kemanfaatannya dengan Pertamina," ujarnya. [hid]


Komentar

x