Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 05:31 WIB

Bea Cukai Pekanbaru Musnahkan 80 Ton Bawang Merah

Senin, 26 November 2018 | 19:03 WIB

Berita Terkait

Bea Cukai Pekanbaru Musnahkan 80 Ton Bawang Merah
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Pekanbaru - Bea Cukai Pekanbaru memusnahkan 800 karung masing-masing 10 kg bawang merah eks impor. Barang yang dimusnahkan hasil pencegahan sebuah truk bermuatan bawang merah dari Pelabuhan Rakyat Wilayah Bengkalis dan akan dibawa ke Pekanbaru, pada 13 November 2018.

Barang ilegal itu yang diamankan di Jalan Lintas Maredan-Perawang oleh Bea Cukai Pekanbaru itu dimusnahkan di Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru, kemarin. "Kami menggelar pemusnahan atas bawang merah eks impor dengan jumlah keseluruhan 800 karung (8 ton) dengan perkiraan nilai barang Rp128 juta. Dari tangkapan ini, dapat dihitung potensi kerugian negara secara materil dari bea masuk dan pajak dalam rangka impor sebesar Rp38.607.000," papar Kepala Kantor Bea Cukai Pekanbaru, Prijo Andono.

Sedangkan secara imateril, lanjut Prijo, pemasukan bawang merah eks impor ini dapat menggangu produksi bawang merah dari petani lokal dan mengancam kesehatan masyarakat. "Disebabkan, barang merah ini pemasukannya tidak melalui tindakan karantina sehingga berpotensi membawa hama penyakit yang dapat membahayakan tumbuhan di dalam negeri," jelas Prijo Andono.

Menurut Prijo, bawang merah tersebut berasal dari India dan telah diimpor ke Malaysia kemudian masuk wilayah pabean Indonesia secara tidak sah dan tidak diselesaikan kewajiban kepabeanannya. Bawang merah juga termasuk komoditi yang diatur tata niaga impornya yang pemasukannya harus melalui pelabuhan-pelabuhan yang ditunjuk dan terhadap pemasukan bawang merah juga harus melalui tindakan karantina.

"Penindakan terhadap bawang merah tersebut merupakan hasil koordinasi antara unit pengawasan Bea Cukai Pekanbaru dengan Kantor Wilayah Bea Cukai Riau dan Bea Cukai Bengkalis," tambahnya. Sesuai ketentuan yang berlaku terhadap barang yang fisiknya sudah membusuk ditetapkan untuk segera dimusnahkan. [*]

Komentar

x