Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Maret 2019 | 06:05 WIB

Inilah Kendala Alokasi Produksi Batu Bara 2019

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 27 November 2018 | 16:01 WIB

Berita Terkait

Inilah Kendala Alokasi Produksi Batu Bara 2019
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Gatot - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum menentukan alokasi produksi batu bara untuk 2019. Sebab, sampai sekarang ini belum semua perusahaan mengusulkan alokasi produksinya.

"Belumn karena belum masuk, jadi belum bisa," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Gatot di Jakarta, Selasa (26/11/2018).

Menurut Bambang, alokasi produksi batubara tahun depan akan ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Bersama (RKAB). Saat ini RKAB sedang disusun bersamaan dengan pengumpulan usulan produksi batubara. "Belum bisa diputuskan, nanti tunggu mereka masukin semua," tutur Bambang.

Pada tahun ini saja, pemerintah telah membuka penambahan kuota produksi batubara sebesar 100 juta ton. Angka ini, dari kuota produksi pada tahun ini yang ditetapkan 485 juta ton sehingga menjadi 585 juta ton.

Menurut Menteri ESDM Ignasius Jonan, penambahan kuota produksi batubara menjadi 100 juta ton pada tahun ini, dapat meningkatkan ekspor.

Menurut Jonan, jika harga batubara USD 60 per ton, dikalikan kuota produksi batubara100 juta ton maka menghasilkan pendapatan US$60 miliar. Maka pendapatan tersebut dapat menutupi defisit neraca perdagang. [hid]

Komentar

x