Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 06:29 WIB

Sumber Migas Minim, Anggaran Seismik ESDM 'Receh'

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 28 November 2018 | 02:29 WIB

Berita Terkait

Sumber Migas Minim, Anggaran Seismik ESDM 'Receh'
Kepala Badan Geologi pada Kementerian ESDM, Rudi Suhendar - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membenarkan bahwa anggaran untuk mencari sumber minyak dan gas bumi (migas) minim. Kini puter otak cari solusinya.

Demikian disampaikam Kepala Badan Geologi pada Kementerian ESDM, Rudi Suhendar. Untuk itu, selama ini pihaknya terbatas dalam mencari sumber cadangan Migas. "Seismik kami agak tersendat berhubung seismik ini tidak murah, sedangkan kita terkendala dengan anggaran yang terbatas dengan APBN," kata Rudi di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Dia menjelaskan untuk melakukan satu survei seismik dibutuhkan dana Rp40 miliar hingga Rp50 miliar. Namun, anggaran yang dialokasikan untuk Badan Geologi hanya Rp96 miliar. Nah, dalam kurun waktu tiga tahun saja, baru delapan wilayah yag sudah dilakukan survei seismik.

"Sehingga seismik sampe sekarang itu baru menyelesaikan delapan ya, dari 2015 -2018 itu baru menyelesaikan delapan, sangat sangat minim sekali," kata Rudi.

Untuk tahun ini saja, misalnya, kata Rudi, survei hanya dilakukan di dua wilayah, yakni Selabangka, Sulawesi Tenggara; dan Singkawang, Kalimantan Barat.

Tahun depan, menurut Rudy, dana untuk kegiatan eksplorasi dipastikan masih tetap akan minim. Untuk itu pemerintah akan memanfaatkan pola pendanaan lain, termasuk memanfaatkan dana yang dimiliki oleh para kontraktor.

"Kalau di pagu Kementerian ESDM tidak akan seismik lagi buat tahun depan. Tapi kita akan bekerjasama dengan SKK Migas untuk menggunakan pola anggaran lain yang diluar dari APBN," papar dia.

Sekarang ini Badan Geologi hanya bisa membantu perbaikan data yang diperlukan kontraktor. Terutama data bagi blok migas yang dilelang oleh Ditjen Migas Kementerian ESDM.

Pola penganggaran baru dalam aktifitas eksplorasi sendiri memang sudah ditawarkan oleh SKK Migas. Rudi menjelaskan SKK Migas dan Badan Geologi sudah melakukan koordinasi dalam beberapa bulan terakhir blok migas mana saja yang diperkirakan memiliki potensi besar. Jika sudah difinalisasikan blok-blok tersebut maka berbagai berbagai aktifitas eksplorasi di sana akan digencarkan.

"Kita gelar semua data kita beberapa bulan yang lalu dengan SKK Migas, diantaranya sekarang ada beberapa yang sedang dikaji oleh SKK Migas untuk diprioritaskan dari data-data kita. Karena dia (SKK Migas) yang punya akses untuk pola penganggaran yang seperti itu," ujar Rudi.[ipe]

Komentar

x