Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 05:35 WIB

Bea Cukai Bekasi Musnahkan 3 Juta Rokok Ilegal

Rabu, 28 November 2018 | 18:53 WIB

Berita Terkait

Bea Cukai Bekasi Musnahkan 3 Juta Rokok Ilegal
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Bekasi - Bea Cukai Bekasi melakukan pemusnahan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal berupa rokok, tembakau iris (TIS), dan minuman keras hasil penindakan sejak 2017 sebagai bentuk transparansi pelaksanaan tugas dalam melakukan pencegahan terhadap barang-barang ilegal.

"Sebanyak 3.025.398 batang rokok, 107.865 gram TIS, dan 5.820 botol minuman keras ilegal dimusnahkan. Total perkiraan nilai barang adalah Rp 2.227.419.745,00, serta nilai kerugian negara mencapai Rp 1.246.591.990,00," ungkap Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Bekasi, Hatta Wardhana, Rabu (28/11/2018).

Hatta menambahkan, keberhasilan penindakan BKC ilegal ini berkat dukungan dari Kodim 0509 Bekasi, Polres Kabupaten Bekasi, Polresta Bekasi, Kejaksaan Negeri Bekasi, Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Pemkab Bekasi, Pemkot Bekasi, instansi pemerintah lain, serta masyarakat yang semakin sadar atas dampak negatif peredaran barang ilegal tersebut.

"Kerja sama yang baik ini merupakan bentuk sinergi Bea Cukai dengan aparat penegak hukum lainnya dalam rangka ketertiban dan keamanan negara dan akan terus kami tingkatkan sebagai bentuk perwujudan peran Bea Cukai sebagai community protector," ujar Hatta.

Penindakan yang secara terus menerus dilakukan oleh Bea Cukai Bekasi diharapkan dapat memberikan efek jera kepada para oknum yang memproduksi atau menyebarkan BKC ilegal. Hatta juga berharap dari penindakan yang dilakukan ini dapat menjadi motor penggerak kewaspadaan semua pihak dapat memberantas peredaran BKC ilegal.

"Penindakan yang telah dilakukan ini bukan semata menunjukkan kehebatan aparat pemerintah, namun menunjukkan keseriusan dalam memberantas peredaran BKC ilegal di Indonesia khususnya di Bekasi sehingga pemerintah juga berharap adanya peran aktif dari masyarakat untuk dapat memberikan informasi terkait BKC ilegal kepada petugas Bea Cukai atau aparat keamanan lainnya," tambah Hatta.

Bea Cukai bekerja sama dengan Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada (FEB UGM) telah melakukan survei rokok ilegal 2018 di 426 Kota/Kabupaten. Hasilnya, terdapat penurunan persentase rokok ilegal di 2018, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil survei tersebut tingkat peredaran rokok ilegal secara nasional turun menjadi 7,04% dibandingkan di 2016 sebesar 12,14%.

Peredaran rokok ilegal ini tentu tidak terlepas dari upaya pengawasan jajaran Bea Cukai melalui program Penertiban Cukai Berisiko Tinggi (PCBT) yang dicanangkan pada tahun 2017 dan masih terus digalakkan hingga saat ini. [*]

Komentar

x