Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 06:29 WIB

DPR Dukung Kemandirian Energi Nasional

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 29 November 2018 | 03:01 WIB

Berita Terkait

DPR Dukung Kemandirian Energi Nasional
Wakil Ketua Komisi VI DPR, Azam Azman Natawija - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VI DPR, Azam Azman Natawija mendukung upaya menuju kemandirian pada sektor energi.

"DPR senantiasa mendukung program-program pemerintah yang bertujuan untuk kemandirian energi," kata Azam dalam acara Industrial Energy, POWERMAX 2018 di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).

Dengan pesatnya pertumbuhan manusia dan ekonomi membuat permintaan pada sektor energi terus meningkat. Maka mau tidak mau, Indonesia harus mandiri pada sektor energi. Apabila tak, maka kedepan Indonesia selalu jadi nett importir abadi.

"DPR senantiasa mendukung kemandirian energi dan juga tumbuhnya industri baru terkait energi listrik kami mendukung energi terbarukan agar energi fosil bisa tergantikan dengan energi terbarukan yang banyak tersebar di republik ini yang belum kita utilisasi secara maksimal," kata dia.

Dengan demikian dia mendorong acara ini kedepan terus diadakan. Apalagi kata dia, acara ini mempertemukan antara pelaku usaha dari dalam dan luar negeri.

"Kami mendorong acara ini kedepa terus dilakukan berlanjut," kata dia.

Diketahui PT. Myexpo Kreasi Indonesia kembali menyelenggarakan pameran dan koferensi sektor energi pembangkit listrik, manufaktor dan otomatisasi bersama Oil, Gas, Mining dan Renewable Energy.

Acara yang diberi judul Industrial Energy, POWERMAX 2018 diadakan tiga hari, pada 28-30 November 2018 di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran.

Direktur Penyelenggara Industrial Energy, POWERMAX 2018 Ira Vernia mengatakan, acara ini menghubungkan para pemasok dengan pemerintah, sektor swasta dan lebih dari 8000 buyers lokal dan Luar Negeri.

"(Ini) upaya mendukung pogram-program pemerintah dalam industri (tingkatkan) Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), serta kegiatan Ekspor di sektor industri energi dan kemandirian daya saing nasional, maka kami bermaksud menyampaikan informasi terkait peran sektor industri tersebut dalam bentuk pameran dan konferensi Industrial Energy 2018 terkait industri pembangkit listrik, migas, pertambangan, dan industri pendukungnya," kata Ira dalam pembukaan acara di JIEXPO Hall C2, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).

Kemudian, kata dia, acara ini juga ikut memberi dukungan pada pemerintah yang ingin meningkatkan penggunaan
energi terbarukan untuk listrik pada tahun 2025. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga listrik (RUPTL) 2017-2026 yang ditandatangani Maret memiliki pesan bahwa penyerapan energi terbarukan baru akan meningkat dari 19,6 persen menjadi 22,6 persen pada tahun 2025.

"Saya berharap dengan diadakannya acara Industrial Energy, POWERMAX 2018 dapat membantu Pemerintah untuk mewujudkan rencana kedepan untuk negri ini" ujar dia. [hid]

Komentar

x