Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 05:38 WIB

KLHK Sinergi PT, Kembangkan Perhutanan Sosial

Kamis, 29 November 2018 | 13:35 WIB

Berita Terkait

KLHK Sinergi PT, Kembangkan Perhutanan Sosial
(Foto: klhk)

INILAHCOM, Bandung - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan sinergi dengan Perguruan Tinggi (PT) yang dikemas dalam bentuk talkshow dengan mahasiswa se-Bandung Raya. Ini sebagai upaya menyampaikan hasil pengembangan Perhutanan Sosial

Acara tersebut bertajuk Rekreasi Akademis: Wicara Hutan Sosial di Tahura Juanda; Jaga Hutan, Rawat Peradaban, dan Raih Kesejahteraan yang dihadiri oleh mahasiswa dari Perguruan Tinggi Unpad, STKS, IPDN, STIH ITB, STTD, Unikom dan siswa SMK Kehutanan. Acara dibuka Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Rabu, (28/11/2018) di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir H Djuanda, Bandung. Narasumber dalam talkshow tersebut berasal dari KLHK, Perguruan Tinggi dan Perum Perhutani.

Dalam sambutannya, Menteri LHK menyampaikan ajakan untuk menanam 25 pohon seumur hidup. Menaman 25 pohon seumur hidup tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan oksigen dalam atmosfir. Dikatakan Menteri Siti Nurbaya, tanggal 28 November bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia.

Menurut Siti Nurbaya, pohon yang ditanam akan menghasilkan oksigen 1,2 kg per hari per pohon sedangkan manusia untuk bernafas membutuhkan 0,5 kg per hari. Melalui penanaman pohon akan dapat meningkatkan kandungan oksigen diudara. 25 pohon yang ditanam tersebut dilakukan pada saat SD, SMP, SMA, saat Pergururuan Tinggi dan saat menikah. Melalui penanaman pohon tersebut maka kandungan oksigen di udara akan meningkat.

Acara Talkshow dipandu oleh Ronal Suryapraja dengan narasumber dari KHLK adalah Dirjen PSKL, Kepala BP2SDM, Sekretaris Ditjen PPKL, Dekan Fikom Unpad, Ahli Hidrologi Chay Asdak, Guru Besar Kehutanan UGM dan Dirut Perum Perhutani. Acara talkshow berlangsung meriah dengan banyaknya pertanyaan dari mahasiswa dan pelajar seputar pengembangan Perhutanan Sosial, kendala dan capaiannya. Kepala BP2SDM, Helmi Basallamah menyampaikan bahwa peranan mahasiswa sangat penting untuk menjaga keberlangsungan Perhutanan Sosial. Mahasiswa diharapkan menjadi pendamping bagi para petani serta diharapkan dengan sosialisasi ini maka mahasiswa pun suatu saat nanti dapat menjadi agen dalam menjaga keberlangsungan Perhutanan Sosial.

Sebelumnya Dirjen PSKL, Bambang Supriyanto menyampaikan data-data keberhasilan Perhutanan Sosial dalam meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Program Perhutanan Sosial telah dilaksanakan di 5.087 lokasi dengan jumlah kepala keluarga yang terlibat mencapai 500.000 atau setara dengan 2 juta orang, dengan asumsi tiap KK terdiri atas 4 orang.

Melihat besarnya jumlah KK yang terlibat dalam Perhutanan Sosial, keberadaannya tidak hanya sampai dengan memberikan hak akses, tetapi perlu disertai dengan pendampingan dan pemberian modal. Pendampingan yang disampaikan oleh Bambang Supriyanto tersebut telah dilakukan melalui kerjasama dengan BUMN maupun pihak Perbankan.

Salah satu BUMN yang konsen terhadap pengembangan Perhutanan Sosial adalah Perum Perhutani. Direktur Perhutani dalam talkshow tersebut menyampaikan bahwa Perhutani mengajak BUMN lain untuk dapat membantu kelompok tani Perhutanan Sosial untuk dapat mandiri, melalui pendampingan dan menjadi offtaker.

Dadang Rahmat, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi, UNPAD menyampaikan bahwa kegiatan perhutanan sosial perlu disampaikan ke masyarakat melalui teknik komunikasi yang dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap hutan. Selama ini pemberitaan tentang hutan menjadi ramai ketika berkaitan dengan adanya bencana alam. Sehingga persepsi masyarakat yang tercipta tentang hutan menjadi negatif.

Oleh karena itu, perlu dilakukan komunikasi yang dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap hutan menjadi positif, karena kegiatan dan program-program lingkungan hidup dan kehutanan banyak yang memberikan manfaat besar pada masyarakat, salah satunya adalah Perhutanan Sosial ini.

Diakhir acara talkshow, Menteri LHK menyampaikan bahwa model rekreasi akademik kali ini diharapkan dapat menjadi model dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang apa-apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam mengembangkan Perhutanan Sosial. Diharapkan acara seperti ini dapat dilakukan ditempat lain dengan melibatkan mahasiswa.

Hadir pada acara tersebut pejabat Eselon I, Eselon II dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Kementerian LHK di Jawa Barat. Selain dialog dengan mahasiswa, KLHK juga menggelar pameran foto hasil perhutanan sosial di berbagai wilayah, produk-produk hasil perhutanan sosial serta lomba foto instagram bagi mahasiswa. [*]

Komentar

x