Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 05:32 WIB

Menteri LHK Sematkan 9 Satyalancana Wira Karya LHK

Kamis, 29 November 2018 | 14:05 WIB

Berita Terkait

Menteri LHK Sematkan 9 Satyalancana Wira Karya LHK
(Foto: klhk)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden RI menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada 13 orang sesuai Keppres No. 117/TK/ Tahun 2018 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Wirakarya. Dari 13 penerima, sembilan di antaranya berjasa di bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (HUT KORPRI) ke-47 Tahun 2018 di Jakarta, Kamis (29/11/2018), Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menyematkan langsung Penghargaan Satyalancana Wira Karya kepada Sembilan orang atas jasa dalam memberikan darmabaktinya kepada negara dan bangsa sehingga dapat dijadikan teladan bagi orang lain, khususnya di bidang LHK.

"Saya mengucapkan selamat kepada para penerima Satyalancana Wira Karya dari Bapak Presiden yang telah berjasa bagi pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan, kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) KLHK, terutama yang diluar jajaran ASN KLHK seperti Prof. Hariadi Kartodihardjo, Chalid Muhammad, Hanni Adiati, Brigitta Isworo Laksmi, Andi F Noya, dan Nugie," ucap Menteri Siti Nurbaya.

Sesuai Keputusan Presiden (Keppres) No. 117/TK/tahun 2018 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Wirakarya, mereka yang menerima adalah:

1. Drs. Imam Hendargo Abu Ismoyo, M. A (Inspektur Jenderal KLHK Periode Mei 2015 s.d Maret 2018), berperan aktif mendorong penguatan manajemen APIP, membangun audit charter/piagam audit sebagai fondasi manajemen pengawasan intern, meningkatkan efektifitas pengawasan Investigatif melalui implementasi teknik intelejen serta pengembangan dan pengelolaan whistleblowing system online yang terintegrasi dengan KPK dan LPSK, sehingga meningkatkan kapabilitas APIP Kementerian LHK yang mampu menilai efisiensi, efektifitas, ekonomis suatu kegiatan dan mampu memberikan konsultasi pada tata kelola, manajemen resiko dan pengendalian intern.

2. Drs. M.R Karliansyah, M.S (Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK) yang berperan aktif dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut melalui pengembangan perangkat hukum dan sistem pemantauan tinggi muka air tanah serta kualitas udara dan sistem pelaporan, sehingga diperoleh informasi nyata kualitas ekosistem gambut dan hak masyarakat untuk tinggal di udara yang sehar, air yang bersih dan lingkungan yang bebas dari pencemaran.

3. Dr. Ir. Ilyas Asaad, M.P, M.A (Inspektur Jenderal KLHK). Berperan aktif mengembangkan hukum lingkungan melalui penyusunan regulasi sehingga prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan hidup mempunyai landasan hukum, mengembangkan sertifikasi hakim lingkungan yang menjadi dasar putusan hakim akan perkara lingkungan, serta membangun partisipasi, kesadaran dan edukasi melalui pembangunan eco pesantren, pengaduan lingkungan, adiwiyata, saka kalpataru dan peningkatan peran masyarakat hukum adat, sehingga KLHK dapat membangun kerjasama dengan organisasi keagamaan untuk melakukan penyadaran masyarakat akan lingkungan hidup melalui pendekatan agama.

4. Chalid Muhammad (Penasehat Senior Menteri LHK). Berperan aktif sebagai aktifis lingkungan hidup dan gerakan sosial selama 30 tahun yang secara konsisten melakukan advokasi dan kampanye penyelamatan lingkungan hidup dan isu keadilan sosial bersama beragam kelompok masyarakat, aktifis, akedemisi dan para pihak yang peduli, baik ditingkat lokal, nasional, maupun internasional, melalui pengorganisasian, pendidikan, dan penyadartahuan isu lingkungan hidup terhadap masyarakat, sehingga meningkatkan kesadaran kritis dan partisipasi dalam perbaikan tata kelola lingkungan hidup.

5. Prof. Dr. Hariadi Kartodihardjo (Pengajar pada Fakultas Kehutanan dan Sekolah Pasca Sarjana IPB) - Berperan aktif mendorong dan merancang perbaikan tata kelola kehutanan, proses perbaikan, pelaksanaan kebijakan publik dalam bidang lingkungan hidup dan kehutanan, melalui buku, publikasi, advokasi dan penguatan peran masyarakat sipil, reorientasi program studi kehutanan dan lingkungan, serta memfasilitasi dan supervisi proses perbaikan kebijakan melalui Nota Kesepahaman Bersama, Gerakan Nasional Penyelamatan SDA yang dikoordinasikan oleh KPK sehingga meningkatkan efisiensi perizinan, peningkatan pendapatan negara dan terbukanya akses dan hak masyarakat terhadap SDA.

6. Brigitta Isworo Laksmi (Jurnalis) - Berperan aktif dalam mengedukasi publik/pembaca dengan menyajikan tulisan yang berbasis pada fakta akurasi dan inspirasi, mempromosikan ide-ide terkait kemanusiaan, keadilan, dan keberlanjutan ekosistem, serta mendorong program pemerintah melalui liputan langsung serta karya-karya jurnalistik tentang persoalan lingkungan, sosial dan budaya yang dihadapi masyarakat adat secara obyektif, sehingga menjadi dasar pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk pemecahan masalah lingkungan hidup dan kehutanan.

7. Agustinus Gusti Nugroho Nugie (Publik figur) - Berperan aktif dalam hal penyelamatan lingkungan melalui penciptaan lagu-lagu bertemakan lingkungan dan makhluk hidup, seminar, diskusi, dan berbagai aksi nyata pelestarian alam serta menjadi duta organisasi KLHK serta organisasi internasional World Wide Fund for Nature (WWF), sehingga mampu bersama masyarakat melakukan aksi nyata penyelamatan lingkungan hidup.

8. Andy Flores Noya (Wartawan/Presenter televisi Indonesia) - Berperan aktif dalam pelestarian lingkungan hidup melalui tulisan-tulisan diberbagai media dan sebagai pengasuh acara "Kick-Andy" dengan menghadirkan figur-figur penuh inspirasi, narasumber-narasumber penggiat lingkungan hidup dan kehutanan di daerah terpencil untuk menampilkan karya dan pengalaman hidupnya, sehingga mampu memberi inspirasi untuk berprestasi lebih baik dan mendorong gaya hidup masyarakat untuk mencintai dan menjaga lingkungan.

9. Ir. Hanni Adiati Hadi, M.Si (Staf Khusus Menteri LHK) - Berperan aktif sebagai aktifis lingkungan lebih dari 35 tahun yang secara konsisten melakukan upaya perbaikan tata kelola lingkungan melalui dialog, pendampingan lapangan dan mengintegrasikan dengan manajemen pengaduan masalah lingkungan di KLHK, sehingga terjadi perbaikan tata kelola lingkungan di tingkat kementerian dan tapak.

Satyalancana tersebut ditetapkan oleh presiden berdasarkan usulan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tanggal 23 Mei 2018. Satyalancana Wira Karya adalah sebuah tanda penghargaan negara yang diberikan Presiden kepada seseorang atas darmabakti dan kesetiaan yang luar biasa terhadap bangsa dan negara dengan mempertimbangkan aspek kesejarahan, keselarasan, keserasian, keseimbangan, bobot perjuangan, karya, prestasi, visi ke depan, objektif, dan untuk mencegah kesan segala bentuk dikotomi. [*]

Komentar

x