Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 01:21 WIB

Dirjen PSP Kementan: Kenali apa yang jadi Kendala

Jumat, 30 November 2018 | 13:45 WIB
Dirjen PSP Kementan: Kenali apa yang jadi Kendala
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Mataram - Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Pending Dadih Permana meminta jajarannya segera mengenali kendala yang ada dan mengambil langkah strategis untuk melaksanakan program-programnya

"Kenali apa yang jadi kendala dalam mempercepat pelaksanaan program. Mari kita bicarakan bersama untuk mendapatkan langkah-langkah strategis," papar Pending Dadih Permana dalam acara Konsolidasi Hasil Pembangunan Pertanian Tahun Anggaran 2018 di Mataram, Rabu (28/11/18).

Di depan para kepala dinas dan petugas satuan kerja (Satker) Dinas Pertanian baik provinsi maupun kabupaten/kota seluruh Indonesia, Dadih menyinggung kegiatan cetak sawah yang perlu dicermati kembali. Menurutnya, kegiatan cetak sawah yang telah disepakati dalam rapat konsolidasi cetak sawah dua bulan yang lalu di Bogor, ternyata setelah kembali ke daerah masing-masing banyak yang keluar dari kesepakatan.

Advertisement

Selanjutnya Dadih menyoroti kegiatan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTSK) yang realisasinya belum sesuai harapan. Ia mengungkapkan, realisasi kegiatan tersebut sampai saat ini masih rendah yaitu baru 30 persen. Untuk itu perlunya melakukan langkah-langkah strategis agar realisasi bisa tercapai sesuai harapan.

Demikian juga untuk kegiatan Optimasi Lahan Rawa. Menurutnya, saat ini Menteri Pertanian melalui program Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) pada 2019 akan mengoptimasi lahan rawa seluas 500 ribu hektar. Kegiatan tersebut akan difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan. Kemudian ada juga Lampung dan Jambi di Sumatera dan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat di Kalimantan. Di Sulawesi Selatan dilaksanakan di daerah Wajo. Untuk itu, Dadih berpesan agar tiap daerah memastikan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL)-nya, sehingga segera dapat dieksekusi.

Menyinggung realisasi kegiatan, Dadih mengungkapkan bahwa sampai saat ini realisasi anggaran Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian baru 55,71 persen dari total anggaran Rp6,03 triliun. Dari sisi kuantitas turun dari tahun yang lalu. Namun untuk dana TP realisasi cukup menggembirakan, yaitu 83,11 persen dari anggaran Rp1,76 triliun. Ia berharap bahwa tahun depan realisasi ini bisa ditingkatkan. [*]

Komentar

x