Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 05:32 WIB

Harap Sabar, Darmin Belum Merasa Arus Modal Masuk

Sabtu, 1 Desember 2018 | 02:29 WIB

Berita Terkait

Harap Sabar, Darmin Belum Merasa Arus Modal Masuk
Menko Perekonomian Darmin Nasution - (Foto: inilahcom/Fadil Dj)

INILAHCOM, Jakarta - Menko Perekonomian Darmin Nasution, mengaku masih belum melihat ada tanda-tanda masuknya modal ke Indonesia, khususnya dari Devisa Hasil Ekspor (DHE). Harap sabar karena memang butuh waktu.

"Jadi itu ada waktu untuk menarik investasi, tapi kita sudah siapkan fasilitas pajak, OSS serta peraturan DHE," ujar Darmin di Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Darmin mengatakan, arus modal ini dibutuhkan untuk menjaga neraca modal dan finansial agar tidak melahirkan defisit neraca transaksi berjalan atau current account defisif (CAD) semakin melebar.

Untuk itu, pemerintah fokus melakukan pembenahan apalagi saat ini sedang terjadi momentum penguatan rupiah terhadap dolar AS yang dipicu oleh masuknya arus modal.

"Kalau rupiah menguat, kemudian arus modal mulai masuk atau lebih besar lagi, transaksi modal dan finansial bisa mengimbangi defisit transaksi berjalan. Itu sebabnya kita fokus mengecilkan neraca transaksi berjalan," ujarnya.

Selama ini, kata dia, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi defisit neraca transaksi berjalan. Misalnya dengan mewajibkan penggunaan biodiesel 20% atau B20. Beleid ini diyakini bisa mengurangi impor migas, terutama solar.

Selain itu, pemerintah memperbaiki layanan perizinan investasi dengan membuat sistem elektronik terintegrasi (OSS) untuk mengundang investasi berbasis ekspor dan subtitusi impor.

Hal yang terbaru, pemerintah menerbitkan paket kebijakan ekonomi jilid XVI yang termasuk diantaranya relaksasi Daftar Negatif Investasi, perluasan insentif perpajakan dan mengundang Devisa Hasil Ekspor.

Meski demikian, terdapat upaya lainnya untuk menjaga defisit neraca transaksi berjalan yang belum menjadi opsi utama pemerintah yaitu menyesuaikan harga BBM bersubsidi.

Namun, Darmin tidak mau berkomentar banyak mengenai upaya untuk menaikkan harga BBM bersubsidi agar konsumsi BBM makin berkurang. Menurut dia, hal tersebut bisa saja dilakukan ketika situasi politik dalam keadaan tenang dan persaingan yang terjadi akibat pemilu telah reda. [tar]

Komentar

x