Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 05:33 WIB

Program Sejuta Rumah, KPR BTN Tembus Rp242,9 T

Senin, 3 Desember 2018 | 06:09 WIB

Berita Terkait

Program Sejuta Rumah, KPR BTN Tembus Rp242,9 T
Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Budi Satria menyerahkan secara simbolis KPR kepada perwakilan peserta akad KPR massal baik dari kalangan milenial, ojek online, pegawai negeri, TNI maupun Polri di Kantor Cabang Pembantu BTN Karang Ayu, Sema - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Semarang - Keinginan memiliki rumah yang layak huni merupakan salah satu hak dasar manusia. Tak heran jika era Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) memasukkan sektor perumahan dalam prioritas kerjanya.

Dalam pemerintahan Jokowi-JK, sektor perumahan masuk dalam Nawa Cita kelima, yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia, yang diimplementasikan dalam bentuk menyediakan rumah yang layak bagi masyarakat melalui Program Sejuta Rumah.

Program ini pertama kali dicanangkan Jokowi pada 29 April 2015 di Ungaran, Jawa Tengah. Sejak dicanangkan sampai saat ini, pemerintah telah berhasil mendongkrak pembangunan rumah yang sangat signifikan.

Pada 2015, Program Sejuta Rumah berhasil tercapai 669.770 unit. Kemudian naik menjadi 805.169 unit pada 2016. Setahun kemudian terealisasi 904.758 unit. Tahun ini, angka realisasi Program Sejuta Rumah diperkirakan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Jika melihat keberhasilan, Program Sejuta Rumah tersebut, tidak terlepas dari peran Bank BTN. Sejak pertama kali diluncurkan, BTN sudah berperan sangat signifikan dalam membuat target Program Sejuta Rumah terus tumbuh lebih baik.

Berdasarkan data penyaluran KPR yang dilakukan BTN mulai 2015 terus mengalami peningkatan. Jika ditotal sejak 2015 hingga akhir September 2018, BTN telah menyalurkan KPR sebanyak 2.311.421 unit senilai Rp242,918 triliun.

Jumlah tersebut terdiri dari KPR subsidi sebanyak 1.571.740 unit senilai Rp106,523 triliun dan KPR non-subsidi mencapai 739.681 unit senilai Rp136,395 triliun.

Pencapaian Program Sejuta Rumah BTN dari tahun ke tahun terus meningkat, jika pada tahun 2015 KPR yang disalurkan perseroan baru mencapai 474.099 unit senilai Rp52,452 triliun, maka tahun 2016 penyaluran KPR mengalami kenaikan signifikan menjadi 595.566 unit senilai Rp63,995 triliun. Kemudian angkanya kembali naik pada 2017 sebanyak 667.312 unit senilai Rp71,538 triliun.

Untuk tahun ini, BTN optimistis penyaluran KPR bisa tembus 750.000 unit. Hingga akhir September 2018 KPR yang sudah disalurkan sebanyak 574.444 unit senilai Rp54,933 triliun.

Direktur Utama BTN, Maryono menegaskan, dengan adanya program sejuta rumah kini memiliki hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak lagi sekedar mimpi.

"Salah satu mereka yang beruntung bisa menikmati fasilitas KPR subsidi dari BTN adalah para driver ojek online, marbot masjid, tukang bakso, dan banyak lagi lainnya," papar Maryono di Semarang, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Yang terbaru, BTN berperan dalam melakukan pemberdayaan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang unbankable untuk memiliki rumah melalui kolaborasi Academy (A), Business (B), Community (C), and Government (G) (ABCG).

Menurut Maryono, selain bisa mengurangi backlog perumahan, Program Sejuta Rumah juga telah membuat ekonomi rakyat terus menggeliat. Lihat saja ketika dibangun perumahan di kawasan tertentu, maka ekonomi di daerah tersebut pun bertumbuh, mulai dari kenaikan harga tanah, bermunculannya sentra ekonomi seperti pasar tradisional dan pasar malam hingga menjamurnya dagangan kuliner di komplek perumahan tersebut. Belum lagi bisnis material bangunan yang banyak permintaan dari para konsumen yang ingin merenovasi rumahnya menjadi lebih cantik.

"Jika investasi properti meningkat, kebutuhan rumah masyarakat terpenuhi. Setidaknya 170 industri turunan lainnya ikut terdongkrak dan banyak lapangan pekerjaan tersedia, yang pada akhirnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Maryono.

Menurut Maryono, berkah Program Sejuta Rumah juga dirasakan BTN dari peningkatan kinerja yang sangat signifikan. Jika pada tahun 2015 laba bersih perseroan hanya Rp1,85 triliun, maka di 2016 melonjak menjadi Rp2,619 triliun dan pada akhir 2017 kembali tumbuh menjadi Rp3,027 triliun. [tar]

Komentar

x