Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 05:33 WIB

Ini Biang Neraca Perdagangan Defisit versi Jokowi

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 3 Desember 2018 | 10:17 WIB

Berita Terkait

Ini Biang Neraca Perdagangan Defisit versi Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku saat ini belum ada penyelesaian masalah untuk defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit/CAD.

"Kita tahu masalahnya, tapi engga pernah meyelesaikan masalahnya," kata Jokowi saat membuka acara CEO Networking 2018 di Jakarta, Senin (3/12/2018), acara ini digelar dalam rangkaian HUT ke-41 Pasar Modal Indonesia.

Dalam pidatonya dihadapan para CEO dan Pengusaha nasional ini, Jokowi kembali meyampaikan masalah klasik terkait kondisi defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit/CAD sampai saat ini masih negatif.

Maka dari itu Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini, meminta para pengusaha nasinal untuk membantu pemerintah dalam mengatasi defisit neraca transaksi berjalan, dengan mengurangi impor.

Jokowi mencontohkan, bahwa pengusaha nasional lebih senang impor ketimbang menggunakan bahan baku lokal yang sebetulnya tersedia.

"Bauksit setiap tahun jutaan ton diekspor dengan harga US$35 per ton. Tapi disini pabrik aluminium Indonesia mengimpor ratusan ribu ton alumina yang merupakan produk turunan dari bauksit.

"Dari dulu kita tahu hilirisasi industri, tapi eksekusinya ini yang saya kejar terus. Coba dari dulu dorong industri alumina, maka impor gak terjadi, dan tentu saja pengaruhnya ke CAD kita," ujar Jokowi.

Begitupun batu bara, Setiap tahun, Indonesia mengekspor 480 juta ton batu bara mentah. Padahal, apabila hilirisasi dilakukan dengan mengubah batu bara rendah kalori menjadi LPG, maka impor LPG sekitar 4 juta ton per tahun tidak perlu dilakukan.

"Ini harus segera dihentikan. Teknologi kalau belum siap, kita beli saja atau cari partner. Selalu saya dorong itu. Menyelesaikannya memang ke hilirisasi, gak ada yang lain," kata Jokowi.

Menurut data Bank Indonesia (BI) Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal III-2018 mengalami defisit US$4,39 miliar, lebih dalam ketimbang kuartal sebelumnya yang juga minus US$4,31 miliar.

Pencapaian kuartal III-2018 tersebut merupakan yang terendah sejak kuartal III-2015. NPI, yang terdiri dari transaksi berjalan (current account) serta transaksi modal dan finansial, pada kuartal tersebut tekor dan kedua komponennya juga terkontraksi cukup dalam.

Komentar

x