Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 05:30 WIB

Inilah Modal Atasi Defisit Neraca Perdagangan

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 3 Desember 2018 | 16:21 WIB

Berita Terkait

Inilah Modal Atasi Defisit Neraca Perdagangan
Presiden Jokowi - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa heran kekayaan sumber daya alamnya melimpah, ada batubara, mineral bauksit, ada kelapa sawit, CPO, ikan tetap mengalami defisit transaksi berjalan, current account deficit selama puluhan tahun.

Presiden menunjuk contoh misalnya mineral bauksit. Ia menyebutkan, setiap tahun mengekspor jutaan ton bauksit mentah dengan harga 35 dollar per ton. Tapi di sisi lain, pabrik alumunium nasional setiap tahunnya mengimpor ratusan ribu ton alumina yang merupakan produk hilir dari bauksit.

"Artinya menurut saya, kuncinya memang kita tahu dari dulu, industrialisasi dan hilirisasi. Kita tahu itu, tapi eksekusi lapangannya yang nggak pernah kita kejar," kata Presiden Jokowi saat menghadiri acara pembukaan CEO Networking 2018, di Jakarta, Senin (3/12/2018) seperti mengutip setkab.go.id.

Presiden menegaskan seharusnya Indonesia mati-matian mengejar industrialisasi, hilirisasi sebagai kunci mengatasi defisit neraca perdagangan. "Coba kalau kita sejak dulu membangun industri alumina, maka impor tidak perlu terjadi beratus-ratus ribu ton. Dan tentu saja pengaruhnya terhadap defisit transaksi berjalan kita," ujarnya.

Presiden juga menunjuk contoh lainnya, batu bara, yang memang paling enak itu ekspornya mentahan, cangkul hari ini, kirim hari ini, dapat duit hari ini. Batu bara, lanjut Presiden, setiap tahun mengekspor kurang lebih 480 juta ton batu bara mentah.

Namun jika sejak dulu ada hilirisasi, menurut Presiden, untuk batu bara kalori rendah itu bisa dipakai untuk LPG, bisa dipakai juga untuk aftur, bisa dipakai untuk DME (Dimethyl Ether).

"Tapi kenapa tidak dilakukan hilirisasi itu? Karena kita keenakan yang namanya nyangkul, kirim, dapat uang. Seperti ini pun, ini harus segera dihentikan," ungkap Presiden Jokowi seraya mengemukakan, impor LPG itu 4 juta ton setiap tahunnya.

Menurut Presiden, bila belum siap hiliriasi maka bisa membeli teknologi. Cara lain dengan menggandeng mitra kerja atau partner. "Selalu saya dorong itu. Menyelesaikannya memang harus kembali lagi ke hilirisasi, nggak ada yang lain," tegasnya.

Demikian juga dengan kelapa sawit, menurut Presiden, produksi terakhir 42 juta ton CPO per tahun. Ini yang sekarang sedang diusahakan agar ada hilirisasi industri kelapa sawit yang menghasilkan solar B20 (Biodiesel 20), Bahkan penggunaannya sudah diwajibkan.

Namun meski sudah 1,5 tahun, diakui Presiden, masih sulit untuk mengajak masyarakat. Untuk itu, Presiden menegaskan akan menggunakan segala ini agar ini betul-betul terealisasi, B20. Sehingga bisa menuju ke tahapan berikut.

"Kalau B20 rampung ya B50, B80, dan B100. Kembali lagi, ini juga akan mengurangi yang namanya current account deficit, defisit transaksi berjalan. Karena apa? impor solar bisa dikurangi atau dihilangkan," ungkap Presiden Jokowi.

Komentar

x