Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 05:59 WIB

Pergantian Kepala SKK Migas

Curhat Bos Lawas SKK Migas Sempat Nol Soal Migas

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 3 Desember 2018 | 17:38 WIB

Berita Terkait

Curhat Bos Lawas SKK Migas Sempat Nol Soal Migas
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (kiri) bersama dengan Mantan Ketua SKK Migas Amien Sunaryadi saat pelantikan kepala SKK Migas di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/12). - (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Amien Sunaryadi mengakui, ketika awal diangkat menjadi Kepala SKK Migas, sempat menolak. Ternyata, karena tak punya pengalaman dan pemahaman di sektor minyak dan gas bumi (Migas).

Namun, dia tidak bisa menolak setelah mendapat arahan dari Sudirman Said sewaktu menjabat Menteri ESDM. Hal ini disampaikan Amien dalam pelantikan Dwi Soetjipto menjadi Kepala Migas baru menggantikan dirinya yang pensiun.

"Selama saya memimpin dan sejak awal memang isunya lucu-lucu sebenarnya. Jadi waktu pertama kali saya ditunjuk oleh Presiden atas usulan pak Menteri (ESDM) Sudirman Said, sebelum ditunjuk saya katakan, pak Menteri jangan saya. Saya nggak ngerti migas. Beliau menjawab, nggak apa kita sama-sama enggak ngerti. Maka jadilah SKK migas dipimpin oleh yang nggak ngerti migas ," kata Amien di sambutan para acara pelantikan Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Setelah dilantik menjadi Kepala SKK Migas, dirinya untuk bolak-balik rapat sambil menimba ilmu. Setiap pertemuan selalu disuguhi makanan ringan. "Akhirnya berat saya naik 10 kg. Juga tidak ada konsep substitusi, mau disubstitusi jadi rambut enggak bisa juga," ujar Amien.

Selang beberapa bulan, Amien kembali mempertanyakan dirinya ditunjuk sebagai kepala SKK Migas kepada Sudirman Said (SS) yang saat itu menjabat Menteri ESDM. "Saya tanya ke Pak SS, pak apa sih sebenarnya kok saya ditunjuk? Beliau katakan, SKK gajinya cukup gede walaupun dibanding Pertamina dan PLN kalah gede. Tapi kenapa kepalanya mau terima suap (korupsi). Jadi mas Amien beresin," kata dia.

Dengan bekal pengalaman sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Amien berhasil mewujudkan amanah tersebut. "Alhamdulillah tanggal 27 kemarin sudah lolos sertifikasi sistem manajemen anti penyuapan. Jadi sebagian yang lucu hilang," tuturnya.

Amien meneruskan cerita lucu lain, yakni pada 2015. Kala itu iya mencoba mencari data seismik ternyata tidak ada padahal Indonesia sudah memproduksi migas sejak 100 tahun lalu. "Kemudian eksplorasi kan butuh uang, saya buka catatan APBN dari jaman orde lama, orba, orde reformasi lucu banget. Enggak ada anggaran untuk eksplorasi," kata dia. [ipe]

Komentar

x