Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 06:29 WIB

Biji Kakao Seret, Rini Ingatkan Pabrik Cokelat

Rabu, 5 Desember 2018 | 07:09 WIB

Berita Terkait

Biji Kakao Seret, Rini Ingatkan Pabrik Cokelat
(Foto: ANTARA FOTO)

INILAHCOM, Batang - Menteri BUMN Rini Soemarno meminta pabrik cokelat menjaga ketersediaan biji kakao. Stok bahan baku cokelat kini relatif terbatas.

"Pabriknya sangat bagus dan besar. Namun yang lebih penting lagi harus dijaga ketersediaan bahan baku yang masih membutuhkan cukup banyak," kata Rini Soemarno saat berkunjung ke pabrik cokelat di Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa sore (4/12/2018).

Ia mengatakan, memang di sekitar pabrik cokelat sudah ditanami pohon kakao seluas 145 hektar, namun kebutuhan bahan baku cokelat masih cukup banyak.

Pabrik cokelat ini, kata dia, dibangun oleh Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta sebagai pusat pengembangan kompetensi industri pengolahan kakao terpadu.

"Oleh karena itu, harus ada koordinasi yang baik antara direktur perusahaan cokelat bersama Bupati Batang dan UGM, serta PT Perusahaan Nusantara (PTPN) guna peningkatan dan penambahan tanaman cokelat agar pasokan biji kakao tercukupi," kata Rini.

Rektor UGM Yogyakarta, Prof Panut Mulyono mengatakan, pembangungan pabrik cokelat sebagai proses manajemen perguruan tinggi yang bertransformasi dari pola teaching university, reserch university, ke enterpreneur university.

Wahana produksi berbasis riset dan inovasi, kata dia, untuk mendukung proses pembelajaran yang bersinergi dengan pemerintah. "Para petani kakao di Batang akan lebih diberdayakan kembali agar semangat memelihara kebun kakao dan didorong mengembangkan kebun kakao dengan peremajaan tanaman dan perluasan lahan sehingga produksi biji kakao akan meningkat untuk mensuplai kebutuhan bahan baku," katanya.

Menurut dia, untuk mempercepat program pemberdayaan dan pengembangan petani kakao, UGM akan mendirikan Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) khusus kakao.

Sementara itu Bupati Batang Wihaji berharap ada salah satu desa yang bisa dijadikan sebagai "Kampung Cokelat" untuk program One Village One Product ( OVOP ) yang memilik potensi kebun tanaman kakao.

"Di samping untuk memenuhi kebutuhan pabrik, maka Kampung Cokelat bisa dijadikan destinasi baru dan pusat edukasi untuk menarik pengunjung wisata," kata Wihaji. [tar]

Komentar

x