Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 06:03 WIB

Perindo & Pertamina Mitra Petambak Udang Bratasena

Rabu, 5 Desember 2018 | 11:12 WIB

Berita Terkait

Perindo & Pertamina Mitra Petambak Udang Bratasena
(Foto: RRI)

INILAHCOM, Bratasena - Kincir berputar kencang, menandakan derasnya aliran air yang sangat dibutuhkan bagi berkembang-biaknya udang di Tambak Bratasena, Lampung.

Itulah gambaran tambak yang dikelola 110 petambak mitra binaan PT Pertamina (Persero) bersinergi dengan Perikanan Indonesia (Perindo), sejak 2017. Kala itu, dana sebesar Rp8.550.000.000 disalurkan untuk pengembangan tambak udang.

Salah penerima dana kemitraan pertama, Yono, menemukan semangat dan energi baru dalam membudidayakan udang. "Bersyukur, sebagai mitra kami dipermudah mulai dari mekanisme bunga rendah, hanya 3%, ini membuat kami semangat. Bukan masalah nilainya, tapi bagaimana bantuan ini memotivasi kami kembali untuk mencapai panen yang maksimal, saat ini kami sudah," ungkapnya.

Dalam waktu 80 hari sejak penebaran bibit udang, kini sudah mulai dipanen dengan berat rata-rata 16 gram. Per panen, para petambak bisa mendapatkan pendapatan kotor hingga 70 juta rupiah.

Pada kesempatan ini, Pertamina kembali menyalurkan dana kemitraan bagi 404 petambak udang Bratasena lainnya. Totalnya mencapai Rp31.423.120.000. Ini adalah bagian dari sinergi BUMN dan komitmen bersama Perindo dalam pengembangan budidaya udang di Bratasena untuk 514 petambak.

"Mitra petambak di tahap pertama menjalankan amanahnya untuk menggunakan dana kemitraan dan pertanggungjawabannya dengan baik, karenanya kami lanjutkan untuk verifikasi tahap kedua. Harapannya tetap sama, manfaatkan dana ini untuk pengembangan tambak udang di Bratasena, hasilkan panen yang baik, sehingga bisa meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan petambak dan masuarakat Bratasena," kata Region Manager Communication & CSR Pertamina Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf.

Sedangkan perwakilan CSR & SMEPP Pertamina, Anna Yudhiastuti, mengucapkan selamat kepada para petambak Bratasena yang terpilih sebagai penerima dana kemitraan. "Masih ada petambak yang belum merasakan manfaat Program Kemitraan. Kami harap yang sudah menerima bisa memanfaatkannya dengan baik dan tunjukkan bahwa program ini bisa berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat," tutur Anna.

Membuka langsung kegiatan penyaluran dana kemitraan tahap kedua, Ketua Forum Silaturahmi Petambak Bratasena, Cokro Edi Prayitno mengucapkan terima kasih atas sinergi BUMN yang berkontribusi bagi masyarakat, khususnya petambak di Bratasena.

"Hari ini kami makin semangat, muncul motivasi baru di dalam diri kami untuk terus meningkatkan produksi udang kami. Saat ini, kami bisa memproduksi 350 ton perbulannya, target besar adalah 200 ton perhari, kami percaya kami bisa. Jujur, dengan hadirnya BUMN ini makin memberikan energi baru bagi semangat kami," kata Cokro.

Cokro menambahkan, saat ini petambak secara mandiri menjalankan program kemitraan ini sangat membantu bagi peningkatan tingkat ekonomi masyarakat Bratasena. "Mayoritas kami petambak, dan kami ingin mencapai masa keemasan kami lagi dalam hal produksi udang, karena ini sangat berpengaruh bagi kesejahteraan masyarakat disini," pungkasnya.

Hadir dalam penyerahan dana kemitraan ini, Direktur Utama Perindo, Risyanto Suanda mengatakan memang sinergi BUMN ini adalah bentuk strategic partnership BUMN sebagai wujud BUMN hadir untuk negeri.

"Sinergi BUMN hanya bentuk dukungan kami bagi petambak, tapi, untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan petambak, bagi saya butuh sinergi yang baik dengan petambak itu sendiri. Ini permulaan yang bagus, dan untuk dapat berjalan dengan baik, perlu kerja sama kita bersama, saya kira dengan demikian target 200 ton perhari ataupun lebih saya yakin bisa tercapai," jelas Risyanto.

Direktorat Jenderal Budidaya Kementerian Kelautan Perikanan, diwakili oleh Kepala Balai Besar Budidaya air Laut, Sunarya membenarkan memang budidaya udang membutuhkan modal yang cukup besar, karenanya program kemitraan seperti ini bisa sangat membantu.

"Yang penting petambak sudah menunjukkan tanggung jawabnya dengan memaksimalkan hasil produksi. Sekarang targetnya jangan hanya angka, tapi untuk memenuhi ekspor. Ini tugas lagi, karena untuk ekspor dibutuhkan juga kualitas yang baik, bareng-bareng kita ciptakan Bratasena menjadi Bumi Udang Vannamei," pungkas Sunarya. [ipe]

Komentar

x