Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 06:03 WIB

Cargill Antarkan Petani Sawit Sumsel Masuk MURI

Kamis, 6 Desember 2018 | 04:09 WIB

Berita Terkait

Cargill Antarkan Petani Sawit Sumsel Masuk MURI
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Cargill melatih petani plasmanya di Indonesia untuk menjalankan praktik bertani yang berkelanjutan, selama bertahun-tahun.

Baru-baru ini, salah satu petani plasma tersebut, Suparji, berhasil mendapat penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) berkat Tandan Buah Segar (TBS) seberat 95 kilogram yang dipanennya.

Prestasi ini adalah kali kedua bagi Suparji yang menjabat Ketua Koperasi Barokah Jaya di Tegal Mulyo Sumatra Selatan. Asal tahu saja, TBS milik Suparji jauh lebih berat ketimbang rata-rata TBS yang berkisar 25-35 kilogram.

Suparji menjelaskan, keberhasilan tersebut tak lepas dari pengembangan kapasitas yang rutin diberikan Cargill kepada para petani plasma sebagai bagian dari program keberlanjutannya.

"Berkat pelatihan praktik pertanian yang berkelanjutan dari Cargill, kami pun jadi belajar peduli terhadap tanah sekaligus menjaga produktivitasnya secara jangka panjang, memastikan kelestariannya demi generasi setelah kami. Kami mengerti betapa pentingnya keterlibatan semua pihak yang terlibat di rantai pasok minyak sawit-mulai dari perkebunan hingga ritel-untuk senantiasa menjaga keberlangsungan lingkungan serta tanggung jawab sosialnya. Sertifikasi RSPO menjadi bukti kepatuhan kami atas praktik tersebut," paparnya.

Ketika sebuah perkebunan mendekati akhir siklus hidupnya, hasil panen pun biasanya akan menurun. Namun dengan praktik pertanian yang berkelanjutan, produktivitas dan kualitas TBS pun tetap terjaga dengan penanganan yang ramah lingkungan. Cargill berkomitmen untuk melakukan penanaman sawit yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dimana Cargill berada.

Koperasi Barokah Jaya merupakan satu dari 20 koperasi bagian dari 21.000 hektar lahan perkebunan sawit PT Hindoli milik Cargill di Sumatera Selatan. Dengan pendampingan dari Cargill, koperasi ini menjadi salah satu kelompok petani plasma di dunia yang memperoleh sertifikasi sesuai prinsip dan kriteria RSPO (Round Table for Sustainable Palm Oil) di akhir 2010.

Ong Kee Chau, President Director PT Hindoli, menjelaskan, petani plasma menyumbang 40% dari pasokan minyak kelapa sawit. Para petani plasma ini menggunakan haknya dan menjadi bagian penting dalam menyediakan sumber pangan yang berkelanjutan. Sekaligus memenuhi permintaan global yang meningkat akan minyak sawit yang berkelanjutan.

"Kami mendukung petani plasma dengan memberikan pengetahuan mengenai praktik pertanian yang baik sehingga panen dan pendapatan mereka pun dapat meningkat," kata Ong.

Cargill juga mengembangkan program formal agar para petani plasma dapat menerima premium minyak sawit dari penjualan produk bersertifikasi RSPO. Petani Plasma Hindoli memperoleh premium RSPO pertamanya pada 2011. Hingga Juni 2018, petani sawit menerima premium RSPO dengan total lebih dari US$3,6 juta atau setara Rp 51.401.027.883.[tar]

Komentar

x